Senin, 03 Mei 2010

Damai Itu Indah

Begitu bunyi sebuah kalimat yang tertulis di spanduk itu. Spanduk yang terpasang di pinggir jalan, di sebuah tempat yang sangat strategis, sehingga banyak orang dengan mudah akan segera melihat dan membacanya.

Damai itu indah. Benarkah? Lalu, mengapa banyak orang saat ini justru lebih menyukai kekerasan. Sedikit-sedikit adu mulut dan adu pukul. Karena enggak setuju dengan sesuatu, orang dengan gampang bertindak anarkis, merusak tempat dan fasilitas umum lalu menjarah apa saja tanpa perasaan bersalah. Hanya karena masalah sepele, orang sudah dianggap sah untuk bertindak seenaknya yang celakanya justru merugikan orang lain. Kalau demikian keadaannya, lalu dimana letak keindahan itu? Apakah kalimat itu sudah seharusnya diganti: Damai Itu Indah Tetapi Ternyata Kekerasan Lebih Mengasyikkan Oleh Karena Itu Mari Kita Budayakan Kekerasan! Ahhhh…

Mari kita ciptakan kembali kedamaian itu. Bukan esok hari tetapi hari ini, saat ini, detik ini.

Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai.
Bila terjadi kebencian,
jadikanlah aku pembawa cintakasih.
Bila terjadi penghinaan,
jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan,
jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kebimbangan,
jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi kesesatan,
jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kecemasan,
jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kesedihan,
jadikanlah aku sumber kegembiraan.
Bila terjadi kegelapan,
jadikanlah aku pembawa terang.

Tuhan,
semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur,
memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai.

Sebab dengan memberi aku menerima,
dengan mengampuni aku diampuni,
dengan mati suci aku bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya


(PUJI SYUKUR no. 221)

8 komentar:

aan mengatakan...

dikit dikit ribut..*indonesia bangettt..hehe

ada award nih mas goen,sbg top komentku..ambil y
mksh,

UnGu mengatakan...

damai itu memang indah, tetapi lihatlah kenyataan yang ada, dimana mana rusuh.. tawuran antar sekolah, perang antar satpolpp dengan pkl, dll

Lina Marliana mengatakan...

damai emang indah mas.. kayaknya itu cuman jadi impian rakyat indonesia yah... sulit banget mewujudkannya..

anyin mengatakan...

lama ngga muncul mas goen

septian angga mengatakan...

damai butuh toleransi & pengertian antar manusia ya mas :)

annie mengatakan...

indahnya damai ...Ya mari kita wujudkan damai itu saat ini.
Mas Goen, maaf saya baru mampir lagi, kemarin off agak lama.

Lilah mengatakan...

Mari kita jaga dan selenggarakan perdamaian...mulai dr lingkup keluarga kita, ke tetangga dst..

Ello Aristhosiyoga mengatakan...

Ironis memang, di saat kita meneriakan kedamaian, di sebagian lain orang2 cinta kekerasan.