Sabtu, 20 November 2010

Peduli

Apakah kita peduli pada rambut yang mulai panjang, yang sudah tiba waktunya bagi kita untuk pergi ke tukang cukur? Pada perut kita yang keroncongan di tengah kesibukan yang begitu padat? Apakah kita peduli pada mata yang sudah lelah akibat lama begadang?

Apakah kita peduli pada istri yang mengajak kita untuk berbicara? Peduli dengan omelan istri saat sesuatu tidak berjalan sebagaimana mestinya? Apakah kita peduli pada bayi kecil kita yang menangis karena lapar dan mengompol? Peduli dengan ayah-ibu yang beranjak tua dan mulai sakit-sakitan?

Apakah kita peduli pada kamar tidur kita yang berantakan? Pada tumpukan pakaian di pojok kamar yang menunggu untuk dilipat dan disetrika? Pada pakaian yang mulai sobek? Pada tumpukan piring cucian di sudut dapur? Pada sepatu yang mulai berdebu? Peduli pada halaman rumah yang kotor? Pada got depan rumah yang mulai mampet? Pada sampah yang dibuang tidak pada tempatnya?

Apakah kita masih suka menerobos lampu lalu lintas di perempatan jalan saat warnanya masih merah? Pedulikah kita dengan anak-anak kecil di pinggir jalan yang asyik mengamen dan meminta-minta di saat teman-temannya yang lain bersekolah? Apakah kita peduli dengan situasi masyarakat di sekitar kita? Pada tetangga yang butuh bantuan?

Jika kita seorang perokok, apakah kita peduli dengan asap rokok yang mengganggu orang lain yang ada di sekeliling kita? Peduli bahwa dengan tindakan kita sudah merugikan kesehatan orang lain?

Jika kita seorang pedagang, apakah kita peduli dengan apa yang sudah kita jual? Dengan kualitasnya? Dengan harganya?

Jika kita seorang pemimpin, apakah kita peduli dengan rakyat yang kita pimpin? Dengan kebijakan-kebijakan yang kita ambil? Dengan janji-janji yang pernah diucapkan dahulu? Apakah kita peduli dengan kesejahteraan rakyat?

Dan, mengapa kita peduli akan semua hal itu?

Karena kita adalah makhluk Tuhan yang sudah dikaruniai akal dan budi. Karena Tuhan tidak hanya menciptakan AKU, KAMU atau KITA. Karena Ia telah menciptakan dunia seisinya secara lengkap dan sempurna.

Oleh karena itu kita harus peduli. Karena dengan peduli berarti kita sudah menghargai hidup. Dengan peduli kita belajar bersosialisasi dan bertoleransi. Dengan peduli membuat hidup menjadi damai, tenteram dan mutu hidup semakin berkembang. Dengan peduli berarti kita sudah bersyukur pada Tuhan. Bersyukur karena Ia pun sudah peduli pada kehidupan dan kebutuhan kita. Bersyukur atas segala kebaikan yang sudah diberikanNya untuk kita.

Nah, marilah kita peduli!!!


NB: REPOST

9 komentar:

Sukadi Brotoadmojo mengatakan...

Terkadang kita (saya) tidak mempedulikan orang lain atau lingkungan sekitar kita saat kita sedang menikmati sesuatu yang menurut kita itu menguntungkan/menyenangkan.
Kepekaan dan kepedulian dibutuhkan sebagai wujud syukur atas apa yang telah kita terima.
Semoga saya bisa menjadi mahnusia yang peduli dengan diri sendiri, orang lain dan alam seisinya...amin

Winny Widyawati mengatakan...

Peduli, adalah tanda seseorang yang mensyukuri kehidupannya yang telah diberikan Tuhan. Dengannya ia merawat kehidupan dg kebaikan.

Nice posting, trmkasih mas :)

inge / cyber dreamer mengatakan...

kadnag agak bingung yah Om... orang sekarang kadang terlihat begitu peduli tapi pedulinya tidak pada tempatnya sehingga terkesan ikut campur, dan sepertinya mulai bingung mana yang harusnya lebih ia pedulikan dari pada tidak... maksudnya lebih peduli pada urusan rumah tangga orang lain dari pada peduli pada sesama yang benar2 membutuhkan >.<

Itik Bali mengatakan...

Banyak yang sebenernya engga peduli mas..
Banyak yang semaunya..
Banyak yang sesukanya
peduli sama diri sendir
tapi ngga peduli sama orang lain

Laksamana Embun mengatakan...

Nice,, Trimaksih atas pmblajarn ini mas, saya jdi sadar akan sesuatu hal.. :)

Yudie mengatakan...

siapa yang sangka,
kalau saya sangat terinspirasi oleh tulisan2 mas Albert..

ninneta mengatakan...

Iya sepanjang detik dalam hidup kita harus belajar untuk terus peduli sama sekitar, sama lingkungan, orang-orangnya dan juga sama diri kita sendiri. Semuanya kayak rantai yang nggak boleh putus.

:)

Artta mengatakan...

pak, boleh tukar link? link anda sudah saya pasang di sidebar kiri blog saya.
mohon konfirmasinya.


makasih . . .

Divani mengatakan...

kepedulian terhadap sesama merupakan fitrah kodrati yang seharusnya ada pada diri manusia sebagai khalifah di muka bumi,karna kita diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang harus saling peduli dan berbagi