Jumat, 01 Oktober 2010

Mengapa?

Lihatlah langit di ujung sana
terus digelayuti mendung yang semakin menghitam
mentari yang dulu rajin menyapa
kini seolah tak berdaya dikepung kegelapan

ah... betapa nelangsa negeri ini
raganya terus dicincang rupa-rupa kekerasan
hatinya yang dulu ramah
kini dipenuhi oleh amarah
mengapa?
hati semakin tumpul,
rasa semakin beku,
hingga kita bak mayat-mayat hidup haus darah
terus berkelebatan meneror dan mencari mangsa
tak peduli
pada anak yang kehilangan bapak
pada istri yang kehilangan suami
pada mereka yang kehilangan saudara

Mengapa?

7 komentar:

Ronny Dee mengatakan...

Tumpulnya hati da jiwa membuat hidup orang lain tidak berharga...hicks. Hm ikut prihatin juga dengan kondisi di negara kita...Puisinya bagus......Keep blogging :)

ivan kavalera mengatakan...

say no to terrorism!

Seiri Hanako mengatakan...

mari kita doakan..
hanya TUHAN yang bisa membuat mujizat buat negeri ini

inge / cyber dreamer mengatakan...

ketika egooisme bertemu dengan ketidakadilan, dan keinginan untuk mengenyangkan diri sendiri... entah apa makna dari kata saudara >.<

NURA mengatakan...

malam mas,
benar nelangsa negeri ini.
mengapa hati masih tumpul, tidak ada naluri terhadap sesama manusia ya.

angga7 mengatakan...

negeri ini memang perlu perhatian dan semangat baru
bersatulah Indonesia :D

BENY KADIR mengatakan...

Negeri kita lagi sakit. Moga berbagai masalah cepat berakhir.