Mereka yang berjumlah 45 orang, terdiri dari anak-anak dan para pendamping, sudah datang sejak Sabtu malam, 22 Januari, dan disambut hangat oleh MUKAPALA dan para pendamping PIA yang mewakili dewan paroki.
Menurut Romo FX. Sugiyana, Pr yang juga berasal dari Dusun Diwak, kehadiran mereka adalah untuk mengucapkan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang mereka terima dari Paroki Katedral, saat terjadinya bencana Merapi, November lalu, juga bantuan dana transportasi untuk anak-anak yang masih bersekolah, yang diberikan selama 5 bulan terhitung sejak Desember 2010. Ungkapan terima kasih itu diwujudkan dengan menampilkan apa yang mereka punya yaitu keterampilan dalam olah gamelan.
Dan, kemahiran anak-anak dari Paroki Sumber itu mengundang decak kagum seluruh umat yang hadir dalam misa. Mereka tak segan bertepuk tangan. Beberapa bahkan mendatangi anak-anak itu untuk sekedar bersalaman dan mengucapkan selamat. Ini tentu menjadi awal yang sungguh baik untuk membangun persaudaraan. Persaudaraan atas dasar kasih dengan saling bergandeng tangan satu sama lain. Tidak hanya ketika terjadi bencana tetapi dapat terwujud setiap saat. Dengan demikian, Kerajaan Allah sungguh hadir secara nyata dalam kehidupan kita.
4 komentar:
seru kang kliatannya.. sukses buat acara perokinya ;)
gamelan... seru pasti tuh,,
selamat subuh mas gun... aku datang bergerilya mengunjungi sahabat lama... apa kabar ?? wah .. mantap nih.. mengangkat budaya bangsa.
lucunyaaa jadi pengen ikutan
Posting Komentar