Pk. 02.00 kami tiba di Kaliori. Rintik hujan yang tidak begitu deras menyambut kedatangan kami. Membuat kami enggan untuk melanjutkan perjalanan ke tempat peristirahatan di Wisma Retret Maria Imakulata karena harus kami tempuh dengan berjalan kaki + 200 m di tengah kegelapan. Namun terdorong oleh rasa kantuk dan hasrat untuk segera memeluk bantal guling di atas kasur yang hangat, membuat beberapa dari kami nekad menerobos hujan.
Tak terasa, baru saja kami memejamkan mata, hari sudah beranjak pagi. Setelah mandi dan sarapan pagi, kami melanjutkan perjalanan ke Gereja Paroki Katedral Kristus Raja Purwokerto. Tempat inilah yang menjadi tujuan kami untuk melaksanakan studi banding.

Setelah mengikuti Perayaan Ekaristi bersama umat Purwokerto, kami disambut hangat oleh Pengurus Dewan Paroki Katedral Purwokerto. Sejenak kami beristirahat sambil menikmati kue srabi dan tempe mendoan dengan laburan sambal kecap beserta teh hangat dan coffe mix. Meski sederhana tapi sungguh terasa nikmat.
Kemudian kami berkumpul bersama untuk saling berkenalan dan bertukar pikiran. Romo. T. Puryatno, Pr selaku romo kepala paroki dan yang mewakili Dewan Paroki Katedral Purwokerto merasa sangat bahagia dengan kunjungan ini. Ia mengumpamakan peristiwa ini sebagai ‘yang besar mengunjungi yang kecil’ yang diharapkan akan membawa peneguhan iman. Lebih lanjut, beliau mengharapkan kita bisa saling belajar bersama dan saling melengkapi.

Paroki Kristus Raja Purwokerto merupakan salah satu dari 22 paroki yang berada di bawah Keuskupan Purwokerto. Terdiri dari 19 lingkungan dan 11 stasi dengan 5 romo sebagai gembala umat. Jumlah umat + 4000 orang. Saat ini Paroki Katedral Purwokerto memfokuskan diri untuk menggarap SDM yang ada di dalamnya agar lebih bisa memberikan pelayanan kepada umat. Guna mendukung hal ini sudah dibuat pedoman untuk 10 th ke depan itu mau berbuat apa dengan harapan ke depan sudah mempunyai arah dan tujuan yang jelas. Selain itu juga sudah dibuat beberapa pedoman untuk karya-karya pelayanan di dalam gereja diantaranya; pedoman untuk karyawan, pedoman visi dan misi paroki, pedoman pendampingan ppa (putra-putri altar), pedoman keuangan paroki, pedoman penggunaan PASCHALIS HALL (gedung serba guna seperti gedung Sukasari), pedoman pelaksanaan dewan paroki dan panduan praktis pelayanan pastoral. Dengan pedoman-pedoman ini diharapkan siapapun dapat membaca, memahami, melaksanakan dan kemudian mengevaluasinya sehingga semuanya akan selalu mengalami pembaharuan (3 th sekali) dan revisi untuk penyempurnaan.
Setelah berkumpul dalam kelompok besar, kemudian kami membagi diri dalam masing-masing tim kerja. Di sini terjadi pembicaraan-pembicaraan yang begitu hidup. Masing-masing saling bertanya jawab, saling mengisi dan saling melengkapi.
Tiada pertemuan yang tak akan berakhir. Tak ada perjumpaan yang tak bergandeng dengan perpisahan. Demikian juga dengan kami. Setelah makan siang, kata penutup dari Bp. Siranto dan pemberian kenangan-kenangan serta doa penutup dan pemberian berkat, berakhir sudah kunjungan studi banding kami siang itu. Sebagai kenang-kenangan kami berfoto bersama di halaman gereja dengan berlatar sebuah lonceng besar.

1 komentar:
nice blog friend....
from :
http://waystopsmoking.blogspot.com/
http://big-captain.blogspot.com/
Posting Komentar