Rabu, 30 Desember 2009

Kebersamaan Itu Begitu Indah


Dalam struktur kepengurusan di Gereja, kami ada di bawah Bidang Pewartaan. Tim Kerja kami lebih dikenal sebagai Tim Kerja Pendampingan Iman Anak atau disingkat PIA. Sebenarnya PIA adalah sebutan lain dari Sekolah Minggu atau Minggu Gembira. Tugas kami yang paling utama adalah mendampingi, mengarahkan dan memberikan pembekalan tentang iman kepada anak-anak seumuran playgroup hingga SD kelas V. Memang tidak mudah, apalagi di antara kami hanya beberapa yang benar-benar berprofesi sebagai guru. Namun hal itu tidak mengecilkan niat kami karena yang paling penting bukanlah ‘apa profesi atau pekerjaan kami’ tetapi kerelaan dan ketulusan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak-anak.

Menjelang Paskah atau Natal, selalu ada rutinitas yang kami lakukan yaitu membentuk kepanitiaan untuk menyelenggarakan Misa Paskah Keluarga atau Misa Natal Keluarga. Setelah kepanitiaan terbentuk, disusunlah berbagai rencana dan aktivitas untuk memeriahkan misa tersebut.

Pada Natal tahun ini kami sepakat akan menyelenggarakan Misa Natal Keluarga yang sudah diolah sedemikian rupa. Karena diolah tentu akan ada banyak penampilan dari anak-anak. Mulai dari breces atau tarian pembuka, tobat, bacaan, visualisasi kelahiran Yesus, doa di depan kanak-kanak Yesus, persembahan hingga pentas seni penutup. Rencananya kami juga akan mengajak anak-anak untuk bisa duduk di depan altar dan untuk melaksanakan rencana itu, kami harus mengorbankan beberapa kursi umat untuk diangkat keluar dan digantikan dengan tikar. Agar semakin menarik, kami juga menghadirkan sosok-sosok seperti Peri, Sinterklas, Gareng, Petruk dan Bagong. Tak lupa, kami juga akan membagikan bingkisan Natal untuk semua anak yang hadir. Kali ini bingkisan tidak berbentuk makanan tetapi berupa wadah plastik serbaguna yang di dalamnya diberi buku doa yang dapat dipergunakan oleh anak-anak.

Di samping kegiatan itu, beberapa dari kami juga merencanakan membuat parcel yang nantinya akan dijual untuk menambah uang kas.

Ketika tiba hari H, menjadi saat yang menegangkan, menguras pikiran dan tenaga serta cukup melelahkan bagi kami. Setelah malam harinya hampir sebagian besar dari kami mengikuti Misa Malam Natal, pagi-pagi kami harus tiba kembali di gereja untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Satu jam… dua jam bahkan tiga jam berlalu. Dan segala rasa lelah itu kemudian berubah menjadi sukacita. Kebahagiaan karena segala sesuatunya dapat terselenggara dengan baik.







Ah… betapa kebersamaan itu begitu indah. Satu hati, satu tugas, dan satu tujuan untuk memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Di atas semua itu hanya nama Tuhanlah yang harus senantiasa kami muliakan. Namun, satu hal yang sampai saat ini membuat kami begitu gundah… regenerasi belum berjalan dengan baik. Belum banyak muka-muka baru yang mau terlibat secara penuh. Tentu sudah banyak upaya yang kami lakukan untuk merekrut para calon atau pendamping baru mulai dari rekoleksi plus permainan, rekreasi hingga pendekatan pribadi namun seperti terkena seleksi alam, satu per satu berguguran di tengah jalan. Di satu sisi, kami tidak berhak memaksa karena semua harus berangkat dari kerelaan dan kesadaran diri bahwa apa yang dilakukan adalah pelayanan untuk Tuhan. Di sisi yang lain, kami tidak akan pernah berhenti berharap sambil terus berusaha.

9 komentar:

anyin mengatakan...

halo mas goen

anyin mengatakan...

waw asiiik akhirnya dapet pertama di blognya mas goen..

kebersamaan memang selalu meluruhkan :)

aan mengatakan...

Indahnya kebersamaan,,

mas goen komentarnya di blogku sudah bisa mas,, makasih ya

Ivan Kavalera mengatakan...

Wah, Anyin udah ngeborong di atas hehehe.

Kebersamaan itu selalu indah. Di dalamnya ada cinta dan rasa damai.

Nice post, mas.

Clara mengatakan...

Wah Mas, selamat Natal ya...
maap baru ngucapin
baru pulang dari Jogja hihihi

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

kebersamaan itu memang indah...apa lagi jika disertai rasa saling menghargai dan menghormati

Rock mengatakan...

Indahnya kebersamaan...

LL mengatakan...

Selamat pagi...

Munir Ardi mengatakan...

seru ya acaranya mas Goen begitu hikmat