Kamis, 03 Desember 2009

Menulis, Menulis dan Menulis

Itulah hal yang ingin kulakukan setiap hari. Menyampaikan gagasan dan pemikiran, meluapkan perasaan akan hal tertentu, dan sekedar untuk mencatat lamunan yang seringkali hadir. Namun, keinginan kadang tidak mau berubah menjadi kenyataan. Beberapa hal menjadi penyebab: ide yang tiba-tiba mentok, serta ‘aku’ yang berubah menjadi egois.

Berbicara masalah ide, sejujurnya, setelah mengakrabi dan menggeluti blog pribadi hampir 13 bulan ini, ada banyak kemajuan berkaitan dengan ‘ide’. Awalnya memang terasa begitu sulit bahkan untuk sekedar mencari ide yang dirasa cocok tetapi semakin jauh melangkah, ide menjadi lebih mudah didapatkan. Melalui buku-buku yang dibaca; segala hal yang dilihat, didengar, dan dirasakan; hasil percakapan dengan orang lain; juga dari lamunan dan khayalan.

Tetapi, sebagai penulis yang masih kategori pemula, ritme untuk ketersediaan ide belum mampu dijaga secara sempurna. Beberapa waktu ide terasa mengalir begitu deras hingga menghasilkan beberapa tulisan. Namun di saat lain, ide tiba-tiba tidak mau keluar. Ia hilang dan pergi entah kemana. Kalau sudah demikian, semuanya menjadi mandek.

Pemikiran bahwa tanpa ide tidak akan menghasilkan tulisan rupanya adalah pemikiran yang tidak tepat. Juanda dalam bukunya yang berjudul ‘Pedoman Membuat Warta Gereja dan Artikel Renungan’ (Penerbit Gloria Graffa, Desember 2008) mengungkapkan, “Sebenarnya menulis tidak boleh tergantung pada suatu ide yang muncul. Muncul atau tidak suatu ide, asal ada kemauan untuk menulis, kita tetap bisa menulis. Keputusan untuk memulai atau tidak, sebenarnya tidak tergantung pada siapa pun. Semuanya tergantung pada kemauan diri sendiri.”

Akhirnya, semua memang akan kembali pada diri sendiri. Dan kata orang bijak, peperangan yang paling sulit dan tidak akan pernah berakhir adalah peperangan melawan diri sendiri. Dengan AKU. Ketika keinginan menulis hadir, tiba-tiba saja si ‘aku’ membisiki agar hal itu ditunda saja karena sinetron atau reality show di TV lebih menarik. Saat ide bermunculan, si ‘aku’ mengajak untuk mengabaikan ide itu dan lebih memilih bermalas-malasan.

Semoga saja hal yang demikian tidak terus terjadi. Semoga dengan berjalannya waktu, aku semakin mampu menjadikan menulis sebagai salah satu kegiatan harianku. Ya, menulis, menulis dan tetap menulis.

18 komentar:

ello : LoversoiX mengatakan...

Yup, ide2 menulis harus sring dikembangkan...

Willyo Alsyah P. Isman mengatakan...

apa yang ada di kepala dituangkan ke dlm tulisan ...terus diasah biar tajam...

Clara mengatakan...

aku masih suka gitu mas T^T
meski kadang aku butuh nulis, tapi malesku ini susahhhh banget dilawan...spt yg aku bilang di tulisanku, aku aja lebih baik nahan laper dari makan
tapi nanti aku berusaha biar nggak males lagi T^T

SeNjA mengatakan...

sama mas,...
aku juga gitu,keinginan nulis sih semangat tapi kdg suka ilang ide atau ya...penyakit males jg dtg menyerang hehe...

kadang seharian meyatroni blog tp kdg untuk buka aja malesnya minta ampun...

buat mas cahyadi,ayoooo semangat !!
selamat pagi met beraktifitas ya

eka wijayanti mengatakan...

Pak Goen,
Menurut saya, yang sering-sering itu bisa membosankan. Begitu juga dengan ngeblog. Mungkin bukan tidak ada ide, tapi pikiran yang jenuh karena terlalu sering beride. Jedalah sesaat. Rindu akan membawanya kembali :)

Ateh75 mengatakan...

Menulis dan menulislah ,apapun yang memenuhi pikiran tuangkanlah menjadi lukisan kata,mungkin akan bermanfaat untuk orang lain.

nuansa pena mengatakan...

Ide selalu ada ... menuangkannya bingung mana yang didahulukan .. akhirnya malah blogwalking ...aaaah!

-Gek- mengatakan...

Trus, kalo kayak saya gimana Mas, pengennya BW melulu, trus, kehabisan waktu nulis, ujung-ujungnya Morninh Sickness gara2 kompie malas dimatikan.. hahaha..

Ayo, ayo, semangat menulis!

Kabasaran Soultan mengatakan...

Kapn makannya bro ?.
wakakakaka ....

Selamat pagi ...
Mari sambut pagi dengan syukur
jemput siang dengan semangat
peluklah malam dengan hasrat..

Fanda mengatakan...

Teruslah menulis, jangan berhenti mas! Btw, kalopun tak ada ide, internet menyediakan bermilyar2 ide yg siap ditangkap tanpa batas waktu dan tempat, dan dituangkan dgn pemikiran mas sendiri.

setiakasih mengatakan...

hi Cahyadi..
aku juga kini kehilangan ide untuk menulis.
namun...adanya teman seperti anda.. aku mesti juga teruskan penulisan di maya..
anda juga harus terus menulis ya!

Lina Marliana mengatakan...

Tepat seperti yg aku duga pagi ini sebelum klik url rum@ah Go3n, pasti udah ada posting baru...dan ternyata benar khan..?!

Aku salut, krn ide menulis mas goen ga pernah surut, beda sm aku mas.. sepertinya otakku ini blank susah banget dapet idenya...

aan mengatakan...

bayangkan kalo sehari kita menulis selembar ajah,,klo setahun jadi 360 halaman,,wah setara kaya buku

lina@happy family mengatakan...

Menulis tampaknya sudah jadi panggilan jiwa ya Mas Goen...
Menurut saya Mas Goen adalah penulis produktif dengan kualitas tulisan yang tetap terjaga...

Munir Ardi mengatakan...

pasti suatu saat kita jenuh yah cari aktifitas sementara yang lain

Munir Ardi mengatakan...

tulisan yang menggugah mas

anindyarahadi mengatakan...

aku juga mirip mbak clara tuh mas goen, meskipun masih parahan aku.. si mbak clara masih rajin bikin2 cerpen.. nah aku? huhu bener2 kalo mood pas, baru tangan jalan ngetik cerita.. itu aja endingnya bingung gimana, ketunda lagi.. gt terus deh..

beda sama bikin puisi yang pas ngalamin satu hal dan feelnya dapet, langsung cetakcetek hihi ;)

Reni mengatakan...

Jadi termotivasi utk terus menulis nih... sayang sekali akhir-2 waktu bagiku rasanya sempit sekali, jadi tak ada waktu utk blogging lagi...