Selasa, 15 September 2009

Karin, Memaafkan Itu Indah...

Karin gelisah. Duduknya tidak bisa tenang. Ekor matanya melirik jam dinding yang terpasang di pojok gereja. “Kurang sepuluh menit lagi… tapi kok belum ada petugas bacaan yang datang?” guman Karin. Sore itu, sengaja Karin duduk di bangku paling depan dengan maksud agar dapat melihat para petugas bacaan yang akan membantu pelaksanaan misa. Sudah beberapa kali ia mendengar selentingan dari teman-teman segenknya, juga beberapa umat yang kebetulan dikenalnya bahwa sekarang petugas bacaan sedikit sekali. Sering, yang bertugas hanya satu orang padahal idealnya harus ada dua. Yang lebih parah, kadang mereka harus bertugas kembali untuk misa yang lain pada hari yang sama.

Karin bimbang. Beberapa kali ia menghela nafas. Ia ingin segera berdiri dan berlari untuk bersiap-siap menggantikan, menjadi petugas bacaan seperti yang dulu pernah dilakukannya. Rasanya sudah lama sekali sejak peristiwa itu. (untuk mengingat peristiwa itu dapat dibaca di sini dan di sini...). Peristiwa yang membuat hati Karin, juga teman-teman segenknya, begitu terluka. Dan akibat peristiwa itu, Karin dan teman-temannya memutuskan untuk tidak datang lagi. Entah sampai kapan.

“Ayolah, Karin… mengapa engkau masih di sini? Apakah engkau akan membiarkan misa ini berlangsung tanpa ada petugas yang membacakan Sabda untuk umat?” tiba-tiba sebuah suara bergema di hati Karin. Karin bertambah bimbang. Beberapa saat ia hanya terdiam. Akhirnya, ia mengalah, ia tidak ingin ego itu terus menguasainya. Segera ia berlari, menyiapkan diri dan bergabung dengan petugas misa yang lain.

***

Sepi kembali merajalela. Orang-orang yang tadi nampak hilir mudik kini sudah tidak kelihatan lagi. Hanya pendar lampu dan suara binatang malam yang masih setia menemani. Di tengah keheningan itu, Karin masih bersimpuh di taman doa, di samping gereja.

Tuhan, terima kasih atas sore yang indah ini
Terima kasih karena Engkau kembali memanggilku sebagai pelayanMu
Maafkan aku karena akibat egoku selama ini
Aku menjadi buta akan panggilanMu
Aku dicekam prasangka dan kebencian yang tidak berdasar…

Tuhan, ampunilah aku…
Buanglah segala rasa sakit, kepedihan dan benci di dalam hatiku
Kuatkan aku agar aku bisa mengucap maaf
seperti yang selalu Engkau ajarkan…

Tuhan, semoga peristiwa sore ini
menjadi awal bagiku untuk kembali bergabung dengan teman-temanku
bukan karena ingin menyenangkan siapa-siapa
tetapi yang terutama adalah untuk kembali menjadi pelayanMu

Trima kasih Tuhan,
Trima kasih atas maaf yang begitu indah…

15 komentar:

edylaw mengatakan...

Cerpen yang menarik

websmaster info mengatakan...

Ceritanya sangat menarik sob. Salam kenal

NURA mengatakan...

salam sobat
sangat bagus dan menarik artikelnya
memang memaafkan itu indah dan mendapatkan keberkahan.

genial♂ mengatakan...

penuh inspirasi :)

Itik Bali mengatakan...

Minta maaf itu perlu
bahkan sangat penting
karena sesungguhnya memaafkan itu untuk diri sendiri
bukan untuk orang lain

Roizzz mengatakan...

hmmm... setuju banget tuh sobat...memaafkan itu indah...lebih berarti kalo kita duluan yg minta maaf...hehhehe

Yunna mengatakan...

ceritanya sarat makna...

AH. Hariri mengatakan...

Poko'e mah goood lah..du jempol buat My Friend

Kabasaran Soultan mengatakan...

Setuju bro.
memaafkan bukan sesuatu yang kita berikan kepada orang lain
Tetapi ia adalah sesuatu yang kita berikan kepada diri sendiri yaitu rasa lega dan suka cita.
jadi mari kita beri rasa lega dan suka cita kepda diri sendiri dengan memaafkan pihak lain.

Fanda mengatakan...

Cerita ini mengingatkan kita untuk selalu rendah hati. Terutama saat kita berkarya buat Tuhan, kita hrs sadar bhw kita melakukannya buat Tuhan, bukan agar kita dihormati. Kebetulan aku juga sering tugas Lektor, mas, dan aku punya pengalaman sedikit mirip Karin. Tulisan mas ini mengingatkanku tuk selalu rendah hati dan memaafkan siapa saja yg berlaku tak adil thd kita. God bless you!

buwel mengatakan...

sangat indah...

a-chen mengatakan...

keren cerpennya...

reni mengatakan...

Ceritanya bagus mas... Memaafkan tak dapat dilakukan semua orang dengan mudahnya. Apalagi bagi orang-2 yg lebih mengedepankan egonya.

Dinoe mengatakan...

Cerita yg sangat memberi inspirasi... Memang memaafkan itu indah

Koko James mengatakan...

memamng kasih itu memaafkan dan biasanya orang susah utnuk meminta maaf karena genksi ^^