Sabtu, 08 Agustus 2009

Noordin M Top Tewas

Rasanya sungguh mendebarkan dan menimbulkan keingintahuan yang sangat saat mengikuti perkembangan berita sejak hari Jumat sore (07/08) hingga Sabtu siang (08/08) ini. Diberitakan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri telah mengepung sebuah rumah yang terletak di Dusun Beji, Kecamatan Kedu, Temanggung, yang diperkirakan menjadi tempat persembunyian Noordin M Top, gembong teroris yang paling dicari selama ini. Terjadi baku tembak yang seru. Anggota Densus 88 mengerahkan segala daya upaya untuk melumpuhkan kawanan teroris di rumah tersebut. Segala siasat diatur, tak urung harus digunakan beberapa peledak untuk membuka akses masuk ke dalam rumah. Setelah melalui perjuangan yang cukup melelahkan, Noordin M Top dinyatakan tewas dalam peristiwa penggerebekan tersebut.

Gembira sekaligus bangga. Gembira karena Noordin M Top akhirnya dapat dilumpuhkan setelah beberapa tahun menjadi target operasi yang banyak dicari atas berbagai peristiwa peledakan bom yang terjadi di negeri ini. Bangga karena inilah prestasi tertinggi yang telah dicapai oleh aparat kepolisian kita (terutama Tim Detasemen Khususnya). Tugas kepolisian selanjutnya adalah memastikan bahwa jaringan teroris sepeninggal Noordin benar-benar sudah lumpuh sambil terus meningkatkan kewaspadaan terhadap anak buah Noordin yang masih hidup dan belum tertangkap.

Terlepas dari itu semua, sebaiknya kita terus mawas diri karena sejatinya ada ancaman yang lebih serius di tengah-tengah bangsa ini. Sebuah bom waktu yang tidak kasat mata tetapi daya hancurnya juga tidak kalah merusak. Bom itu berwujud tindak korupsi. Sesuatu yang saat ini dirasakan sudah menjadi budaya dan menggurita di mana-mana. Mulai dari tingkat paling kecil, RT-RW, aparat kelurahan, kecamatan, kabupaten, propinsi hingga pemerintah pusat. Pun dengan kantor-kantor atau perusahaan milik swasta atau pemerintah. Korupsi juga menjadi hal yang sangat biasa dalam perjuangan hidup sehari-hari.

Tentu kita semua sepakat bahwa korupsi harus segera diberantas sampai seakar-akarnya. Bukan esok tetapi hari ini, saat ini. Sebab korupsi hanya akan menyebabkan kesengsaraan bagi rakyat. Pembangunan di segala sektor yang harusnya selesai dalam tenggat waktu tertentu menjadi molor karena dana yang ‘kurang’, pelayanan kepada masyarakat umum berjalan tidak semestinya sebab tidak ada komisi yang diberikan, dana untuk pendidikan dan pembangunan sarana pendidikan sangat minim, juga aneka program bantuan untuk membantu rakyat miskin yang tidak sampai ke tujuan.

Semoga tewasnya Noordin M Top menjadi tonggak bagi aparat kepolisian untuk memberantas korupsi dengan super serius dan tanpa pandang bulu. Bagi kita sendiri, seyogyanya hal ini juga menjadi awal untuk mulai memperbaiki perilaku kita sambil terus bertanya: Apakah aku sudah melakukan korupsi? Apakah tindakan yang aku lakukan merugikan orang lain?

15 komentar:

patahati mengatakan...

pertamaxx, sikat sampe ke anak buahnya tuhh....

patahati mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
awan ukaya mengatakan...

Mudah2an negara kita aman mas.
Terus berkarya mas, trimakasih atas kunjungannya. Ditunggu kunjungan baliknya:
Awan Ukaya
Tranlsate

Rachel mengatakan...

Alhamdulillah .... mudahan hukuman ini setimpal dengan perbuatannya.
Salam

buwel mengatakan...

yups semoga bisa menjadi momentum yang indah ya...

Iklan Gratis mengatakan...

Mungkin ini bukanlah akhir dari segala teror. Namun, paling tidak kita dapat menjadikan peristiwa ini sebagai momentum dalam upaya mewujudkan rasa damai di Indonesia.
Mari kita jadikan Indonesia negeri yang damai. Jangan biarkan kelompok teroris kembali merusaknya. Damailah Indonesiaku!
Pasang Iklan Gratis

irvan mengatakan...

Kl buat yang satu ini memang aga bingung mau komentarnya, tapi selamat aja deh buat polisi yang bisa membongkar persembunyian orang2 yang dicari selama ini di 2 tempat sekaligus, mudah2an Indonesia AMAN

dewi mengatakan...

slamat buat densus 88 ..n brantas korupsi yo ojo lali .. yo to mas? ehehh smoga indonesia aman sejahtera.. gemahripah loh jinawi

eTha mengatakan...

akhirnya.. tp ini belum berakhir sepertinya :(

Seri mengatakan...

setiap kebaikkan pasti dibalas baik begitu juga sebaliknya.

'NO TO TERRORISM PLEASE"

eha mengatakan...

Ada sebagian yang meragukan bahwa itu noordin beneran. Semoga kejelasan segera terungkap ya.

Kabasaran Soultan mengatakan...

Selamt buat prestasinya POLRI kiat.

waluyo mengatakan...

aku durung yakin pak nek urung jelas

Rusa Bawean™ mengatakan...

hmmmm
blom percaya neh dia apa siapa yg mati
:)

reni mengatakan...

Masih nunggu hasil tes DNA-nya mas... Semoga beneran Nurdin M. Top !