Selasa, 20 Juli 2010

Ada Manusia Lain di Sekitar Kita

Barangkali agak aneh membaca judul di atas. Manusia lain? Bukankah hal ini yang selalu ditekankan kepada kita semenjak mengenyam pendidikan mulai dari tingkat paling dasar hingga tingkat tertinggi. Manusia selain sebagai makhluk individu juga dititahkan oleh Tuhan untuk menjadi makhluk sosial. Yang tidak dapat hidup tanpa keberadaan manusia yang lain. Namun, saking terbiasanya mendengar hal ini, kita seringkali menjadi lupa (atau pura-pura lupa). Lalu kita pun menjadi cuek dan cenderung semau gue.

Ada banyak contoh yang bisa ditampilkan. Suami atau istri yang sibuk luar biasa dengan pekerjaannya, berangkat pagi pulang larut malam, demi mengejar karier, sehingga melupakan istri atau suaminya, dan anak-anak. Mereka akhirnya menjadi terlantar dan kurang kasih sayang, meski di tengah harta yang melimpah. Pun dengan suami atau istri yang mulai tergoda dengan wanita atau pria lain, membuat mereka gelap mata hingga tega meninggalkan keluarga demi memburu kesenangannya itu. Manusia yang seenaknya membuang sampah sembarangan. Menyebabkan lingkungan menjadi kotor. Membuat got-got, kali serta sungai menjadi mampet. Sehingga bila turun hujan, air menggenang dan terjadilah banjir. Pengguna jalan yang suka menyerobot lampu merah, yang membuat jalanan jadi semrawut dan macet. Juga mereka yang suka ugal-ugalan di jalanan tanpa mengindahkan keselamatan yang lain. Memarkir mobil atau kendaraan di sembarang tempat. Mengambil keputusan/kebijakan secara sepihak. Dan masih banyak lagi yang lain.

Nah, melihat dari banyak contoh tersebut, apakah benar bahwa kita menyadari keberadaan manusia lain di sekitar kita? Kalau jawabannya (masih) ia, marilah mulai sekarang, saat ini, untuk apa pun yang akan kita ucapkan atau kita lakukan, dimulai dengan pertanyaan ini: ”Apakah ucapanku akan melukai manusia yang lain? Apakah tindakan yang akan aku lakukan, merugikan atau membuat manusia yang lain menjadi celaka?”

Setuju?

8 komentar:

inge / cyber dreamer mengatakan...

Setujuuuu Om...

Selalu menjaga setiap kata dan perbuatan, ya kan, Om? d^^b

arfi mengatakan...

siip,,, perkataan dan perbuatan harus selalu dijaga.. kao tidak, bisa menimbulkan masalah euy... ^^

-Gek- mengatakan...

menyadari, hanya kadang.. mereka yang tidak menyadari hadirnya saya.. dan menimbulkan rasa ketidakpedulian saya terhadap mereka..

Halah, curhat.

Makasih doanya Mas. :)

Arif Chasan mengatakan...

fiuuh..... cukup untuk mengingatkan kalau kita tidak sendiri..... ^^

NURA mengatakan...

siang mas,
memang benar kita menyadari ,disekitar kita pasti ada orang lain.
makanya kita harus ada rasa tenggang rasa antar sesama.
wah lama tidak berkunjung, pangling templatenya sudah ganti lagi.

Munir Ardi mengatakan...

ya kita harus tahu manusia makhluk sosial haru pandai-pandai menempatkan diri

Winny Widyawati mengatakan...

Pertanyaan tambahan :"apakah aku sudah perduli..?"

catatan kecilku mengatakan...

Jika kita selalu ingat dan peduli pada orang2 di sekita kita, niscaya kita tak akan pernah merugikan ataupun menyakiti mereka.