Minggu, 15 Agustus 2010

Andai...

Aku merasa aneh. Gelap ada di mana-mana dan aku tidak bisa melihat apa pun. Aku juga tidak mendengar suara gaduh orang-orang di luar rumah. Semuanya begitu sunyi. Hanya udara yang kurasakan terus mengalir, melalui lubang hidungku, memenuhi paru-paru, membuatku tetap hidup.

Perlahan, dengan kedua tanganku, aku meraba wajahku. Aku terkesiap. Semakin kutelusuri permukaannya, aku semakin kaget. Kedua mataku tidak ada lagi. Telingaku pun hilang. Aku mencoba menjerit sekuat-kuatnya. Aku ingin menangis dan meraung sekencang-kencangnya. Tapi dengan apa? Mulutku juga sudah tidak ada.

“Kringgggggggg….., “ dering alarm hp yang begitu keras tiba-tiba memecah keheningan pagi. Aku terjaga. Spontan aku meraba wajahku. Kembali aku kaget. Tapi kali ini disertai rasa syukur yang begitu luar biasa. Mataku, telingaku, dan mulutku masih ada. Ahhh… rupanya kejadian barusan hanyalah mimpi. Mimpi yang teramat menakutkan.

Tuhan,
Aku beryukur atas kedua mata ini
dengannya, aku bisa melihat banyak keindahan,
melihat karya-karyaMu yang begitu agung
jauhkan mata ini dari segala keinginan
untuk melihat hal-hal yang tidak baik,
hal-hal yang akan menjauhkan aku dariMu

Pun aku bersyukur atas kedua telinga ini
memilikinya berarti aku bisa mendengar apa pun

Aku juga bersyukur untuk mulut ini
mulut yang memampukan aku memuji namaMu
semoga dengan mulut ini…
aku lebih banyak beryukur daripada mengeluh,
lebih banyak memuji daripada mencela,
lebih banyak menyapa dengan senyum
daripada memaki-maki tanpa henti,
dan lebih banyak membicarakan kebaikan sesama
daripada keburukannya

5 komentar:

Fanda mengatakan...

==Pun aku bersyukur atas kedua telinga ini, memilikinya berarti aku bisa mendengar apa pun==
Dan Kau beri aku telinga ini pastilah agar aku dapat mendengar sabdaMu, akan yang baik dan yang jahat untuk kulakukan...

Nice poem, mas!

Sukadi Brotoadmojo mengatakan...

bersyukur atas segala nikmat, karena kita lebih beruntung dari orang lain, dengan segala yang kita punya, betapa sayang DIA pada kita....

salam

Ello Aristhosiyoga mengatakan...

Bersyukur karena memiliki anggoto tubuh lengkap adalah anugerah.

Smoga kita bisa menjaganya.

catatan kecilku mengatakan...

Kita memang patut bersyukur atas semua yang dikaruniakanNYA kepada kita. Anggota tubuh yang lengkap, badan yang sehat.. sungguh tak ternilai harganya.

the others mengatakan...

Tulisan yg bagus sekali mas... maaf ya kalau telat banget mampir kesini.