Minggu, 15 Agustus 2010

Sampah


Setiap orang menghasilkan sampah, tetapi hanya sebagian kecil saja yang peduli pada sampah. Di antaranya adalah tukang sampah, pemulung, dan penyapu jalan. Pernahkah kita membayangkan seandainya saja mereka tidak pernah ada? Pasti lingkungan kita akan berantakan. Sampah berserakan dan menggunung di mana-mana. Bau tidak sedap terasa menyengat dan mengganggu setiap aktivitas. Belum lagi aneka penyakit yang terus bermunculan.

Pertanyaannya: apakah kita peduli dengan mereka? Ya, aku peduli karena setiap bulan aku membayar mereka. Itu mungkin jawaban yang akan kita berikan. Tapi, apakah hanya dengan memberi upah, itu sudah lebih dari cukup sehingga kita berani mengatakan bahwa kita peduli? Ah, rasanya, itu pikiran yang terlalu sempit. Itu tidak cukup menjadi tanda kepedulian jika kita masih seenaknya saja memperlakukan sampah dengan membuangnya secara sembarangan di tempat yang tidak semestinya.

Kalau kita tidak mau rumah beserta lingkungan kita kotor karena sampah, mengapa kita harus mengotori tempat lain (tempat untuk umum) dengan sampah?

6 komentar:

inge / cyber dreamer mengatakan...

tentang sampah saja bisa mengajarkan kita tentang kepedulian dan juga dapat menunjukkan betapa egoisnya kita ya Om...

thx for share Om ^^

Winny Widyawati mengatakan...

Bicara sampah, suka gemes kl melihat sungai-sungai kita dipenuhi sampah, airnya menghitam dan kl musim hujan meluap semuanya ke rumah2. Kapan kita semua bisa sadar ya, perlu inovasi lebih untuk bisa mengolah sampah dengan baik dan benar agar tidak menjadi sekedar sampah tapi jadi bahan olahan yg bermanfaat.

RifkyMedia™ mengatakan...

itulah kadang orang berfikir karena punya uang bisa membeli apapun, kadang kita lupa kalo sampah itupun bila diolah bisa dibuat membeli apapun loh hehehehe,

-Gek- mengatakan...

iya.. harusnya kepedulian itu ditumbuhkan sejak dini...

fayantori mengatakan...

sebagai si tukang nyampah saya jadi malu hehehhe...but...makasih inspirasinya

bisnis oriflame online mengatakan...

iyaa bener...kalo bukan kita, siapa lagi yg peduli ??