Jumat, 18 Maret 2011

Perasaan

”Mengapa Tuhan mengaruniakan perasaan kepada manusia?” Pertanyaan itu muncul begitu saja malam ini. Sebuah pertanyaan yang kemudian memicu timbulnya pertanyaan-pertanyaan yang lain. ”Apa maksudNya? Mengapa manusia justru menggunakan perasaan yang sudah dikaruniakan Tuhan untuk hal-hal yang tidak baik? Membenci sesamanya, menumbuhsuburkan dendam, tidak mau mengampuni dan memberi maaf?”

Seorang teman, sebut saja Dina, sekian lama berkawan akrab dengan Rani. Selain karena mereka berkegiatan di tempat dan lingkungan yang sama, rumah mereka juga saling berdekatan. Karena suatu kesalahpahaman, hubungan mereka menjadi retak. Memang mereka masih bertegur sapa ketika bertemu. Tapi rupanya hal itu hanya sebuah kepura-puraan. Di belakang mereka saling membenci. Saling menyalahkan satu sama lain sebagai penyebab keretakan hubungan mereka. Mereka tidak pernah mau ’duduk bersama’ untuk mengurai benang kusut yang hadir dalam hubungan mereka. Mereka tidak mau saling memaafkan. Mereka saling menyimpan dendam.

Kebencian dan dendam yang terus dipelihara pada akhirnya hanya akan menimbulkan hal-hal yang semakin buruk. Caci maki, pertengkaran fisik, hingga semangat untuk saling meniadakan/membunuh.

Lalu, apakah ini benar yang dikehendaki Tuhan saat Ia memutuskan untuk memberi perasaan pada manusia?

Tentu tidak sama sekali. Justru Ia mempunyai tujuan yang amat mulia yaitu agar manusia dapat merasakan kehidupan yang sudah dikaruniakanNya dan terus bersyukur atas anugerah itu. Dengan perasaannya, manusia juga dimampukan untuk menyadari kehadiran orang lain. Sadar untuk kemudian saling memperhatikan, saling tolong-menolong, dan saling mengasihi.

Nah, marilah kita kembali memurnikan perasaan kita masing-masing. Menghapus segala kebencian, dendam, dan segala perasaan buruk yang meracuni kita. Marilah kita kembali menyemaikan kasih. Menyuburkan cinta. Dilandasi ketulusan dan keikhlasan.

7 komentar:

Megi Rahman mengatakan...

aku juga masih punya perasaan... :D
*lho kok malah nyanyi ??

met pagi mas, met beraktivitas ya :)

Cyaam mengatakan...

beri kami ikhlas ya Rabb, berikami penerimaan
agar perasaan kami tetap terjaga.
Amin

putri mengatakan...

Perasaan baik atau nda baik tu tergantung yang punya hati oq. Matur nuwun pondokku dikunjungi rumah goen, ijin follow boleh ya.

catatan kecilku mengatakan...

Harusnya perasaan yang diberikan kepada kita, dapat kita manfaatkan utk saling menyayangi ya Mas, agar dunia ini tentram dan damai.

the others.... mengatakan...

Terkadang, membenci memang 'jauh lebih mudah' daripada menyayangi, karena melihat kesalahan dan kekurangan orang lain jauh lebih mudah daripada berbesar hati menerima kebaikan dan kelebihan orang lain. Itu sebabnya masih banyak orang2 yg memelihara rasa benci (karena iri dan cemburu).

place to study mengatakan...

Shasa lebih suka jika semua orang saling menyayangi dan tolong menolong, Om.

jejak langkahku mengatakan...

Orang2 yang tak bisa menyayangi orang lain berarti dia sudah tak punya perasaan tuh... hehehe