Kamis, 10 Maret 2011

Tak Berguna

Utomo Rekso Nugroho. Itulah nama lengkapnya. Tapi kami lebih sering memanggilnya dengan Pak Tomo. Orangnya tinggi besar, berkulit sawo matang, agak botak, dan memiliki kumis yang lumayan lebat. Ia adalah orang paling kaya di kampung Gabahan. Rumahnya besar, bertingkat tiga dengan halaman yang luas. Di garasi rumahnya, tersimpan puluhan mobil mewah keluaran terbaru.

Meski kekayaannya berlimpah, Pak Tomo terkenal dengan sifatnya yang sangat pelit. Ia sulit sekali mengeluarkan uang untuk membantu orang lain yang sedang kesusahan. Baginya, uang yang dimilikinya adalah hasil usahanya sendiri, kerja kerasnya selama ini. Jadi, ia sangat tidak rela jika digunakan untuk membantu orang lain.

Satu lagi sifat yang dimiliki oleh Pak Tomo, ia tidak pernah merasa cukup. Kekayaan yang begitu banyak, tidak pernah membuatnya merasa puas. Ia masih ingin lagi dan lagi. Ia tidak peduli jika karena hal itu, ia melakukan pekerjaan yang merugikan orang lain. ”Yang penting hartaku bertambah,” begitu pikirnya.

Namun, takdir Tuhan berkata lain. Suatu pagi, saat Pak Tomo sedang bersantai di teras rumah, tiba-tiba ia merasakan dadanya begitu sakit. Beberapa kali ia mencoba berteriak untuk meminta pertolongan tapi suaranya hilang ditelan angin. Akhirnya, karena sudah tidak kuat lagi, Pak Tomo ambruk. Mati.

5 komentar:

eha mengatakan...

biarpun tahu bahwa harta gak mungkin dibawa mati, tapi orang kikir gak pernah punah ya

Megi Rahman mengatakan...

ini cerita beneran nyata ?

Sukadi mengatakan...

Sangat disayangkan, kekayaan yang didapat hanya untuk diri sendiri tanpa kesadaran untuk berbagi... Dan saat ajal menjeput, tak ada orang yang mau peduli...
Ngunduh wohing pakarti...

-Gek- mengatakan...

manusia mas, emang ga pernah cukup dan ga pernah puas.
Harta emang ga dibawa mati, walaupun kita perlu, jangan lah berlebihan.. :)

Cyaam mengatakan...

ini kita disuruh menyimpulkan sendiri yah mas goen, hehehe... okelah kadang kita memang terbawa oleh duni terlalu jauh. terlalu banyak hal sia-sia yang sebenarnya telah kita lakukan sepanjang umur.

selamat siang Mas Goen :D

*kunjungan rutin*