Jumat, 22 Mei 2009

Ide

Untuk sebuah tulisan, ide adalah ibarat nyawa. Tanpa adanya ide, tidak akan pernah terlahir dan tercipta sebuah tulisan. Darimana ide bisa ditemukan? Menurut sebuah buku yang membahas tentang dunia kepenulisan, ide bisa ditemukan di mana saja. Ia ada dalam hidup keseharian manusia. Mulai dari saat bangun di pagi hari hingga saat terlelap di malam hari.

Bagi sebagian orang, kadang sulit menemukan sebuah ide untuk tulisan yang akan dibuat. “Wah, lagi buntu nih, enggak ada ide”, “Uh.. sebel, lagi-lagi mandeg… idenya hilang entah kemana.” Mungkin itu adalah sebagian ungkapan yang pernah kita dengar. Jengkel karena ide yang tidak kunjung didapat. Lalu, bagaimana caranya agar kita mudah menemukan sebuah ide?

Pertama, banyak membaca. Dengan membaca akan menambah wawasan dan pengetahuan. Ibarat orang yang menabung di bank, kebiasaan membaca (apa saja) adalah menabung di dalam otak. Semakin banyak yang kita baca, semakin banyak pula tabungan kita. Dan suatu saat ketika kita membutuhkan, tabungan itu akan keluar dengan sendirinya. Kedua, banyak melihat. Di sekitar kita, ada banyak hal yang bisa dilihat. Matahari terbit di pagi hari, televisi dengan beragam acara berita, infotainment, reality show, sinetron, film, pertunjukan musik, olahraga. Juga realitas kehidupan sehari-hari dengan beraneka kisah. Ketiga, banyak mendengar. Selain melihat, ada juga beragam kisah dan cerita yang bisa dan biasa kita dengar. Tetangga yang lagi asyik menggosip. Obrolan rekan-rekan di kantor. Omongan orang-orang yang kita temui di perjalanan. Pun percakapan orang-orang di warung makan. Keempat, biasa mencatat. Karena didera kesibukan sehari-hari, seringkali manusia berakrab-akrab dengan penyakit lupa. Nah, untuk meminimalisasi hal ini, kita harus membiasakan diri untuk mencatat. Menulis apa saja (ide) yang terlintas dalam pikiran kita. Kelima, biasa merenung atau memikirkan kembali. Apa yang sudah kita baca, lihat, dengar dan catat tidak akan berarti apa-apa jika hanya dibiarkan begitu saja. Namun jika kita mau merenung dan memikirkannya kembali kemungkinan besar akan mendorong kita untuk melahirkan sebuah tulisan.

Ketika semua itu sudah menjadi kebiasaan, kita tidak akan pernah lagi kesulitan untuk menemukan atau mencari ide. Bahkan disaat ide kelihatan begitu sulit ditemukan, kita dapat menciptakan sebuah ide. Membaca berita tentang kecelakaan pesawat terbang, memberi ide tentang pentingnya menjaga sarana dan prasarana penerbangan, betapa Tuhan berkuasa atas hidup hingga cerita perjuangan hidup ibu-anak yang diringgal mati suaminya. Melihat kebiasaan beberapa orang yang sering menerobos lampu merah, memberi ide pentingnya kedisiplinan. Melihat matahari bersinar dan pelangi warna-warni di langit, memberi ide tentang kesetiaan dan pentingnya bersyukur. Melihat lapangan rumput yang sering diinjak-injak oleh anak-anak yang bermain sepakbola, memberi ide kepada kita untuk membikin cerita tentang rumput yang merintih. Di saat kita mendengar pembicaraan tentang si Anu yang doyan korupsi, memberi ide tentang arti uang dan kebiasaan memberi kepada yang berkekurangan.

Nah, di saat ide mudah didapat, tugas kita sekarang adalah memilah-milah ide. Mana ide yang perlu dibikin tulisan dan mana yang tidak. Intinya, tulisan yang akan kita buat nanti hendaknya bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Walau hanya tulisan sederhana tapi jika sudah membuat orang lain mendapat pengetahuan, merasa tergugah dan mendapatkan pencerahan berarti tulisan itu memang sungguh bermanfaat. Semoga.

12 komentar:

si kumb@ng mengatakan...

Inspiratif nih buat aku kl lagi mati ide...:D
thank's mas...

alfi mengatakan...

pertamaxxx..!
salam knl mas..

eha mengatakan...

He he ... nyampe juga q di sini. Seneng kopdar e tadi, q balik beda 10 mnit aja ma mas guntur. Si dan2 jg mo lansung mabur ke jkt. Tinggal iik bedua sam vick, he he ....
Asiik dapet tempat nambah ilmu lagee ...
Oke deh, c u soon ya mas, tx berratt!

eha mengatakan...

He he ... nyampe juga q di sini. Seneng banget kopdar barusan. Q balik cuma beda 10 mnit ma mas guntur. Asiiik, dapet tempat ngelmu baru, he he ....
Ya wis, gitu sik ya mas, c u soon!

eha mengatakan...

Mas q komen bolak-balik kok ndak isa ya ... ojo2 q yang gaptek. Wah, klo komenku dobel2 ya diambil satu wae ya mas (biar ga malu2in he he) tx mas guntur, c u soon!

Allmoneys mengatakan...

hasanya berat sob. calon penulis hebat nih

waluyo mengatakan...

tulisannya keren Pak De'
kalau saya cari idenya sambil BB pak...eh ternyata cepet banget je

Gasa mengatakan...

gasa tunggu buku terbitannya om.. dah kerren nich :)

Nadja Tirta mengatakan...

Shoutmixnya dimana ya..? :)

mwiyono mengatakan...

postingannya mantabbb banget, wah wah wah ...
ini kunjungan perdanaku..so bales kunjungan dan beri komentar ya..nanati kita ketemu di kopi darat kwakak kakakwak

Nadja Tirta mengatakan...

Wah..wah.. ternyata ini rahasianya tembus 100 posting ya pak :)

andro_simar mengatakan...

wah,, nais impo terus kamu ini sob.. :D