Yen sumelang jo dipikir...
Semarang, kotaku tercinta, hari ini genap berusia 462 tahun. Usia yang cukup matang untuk sebuah kota. Usia dimana setiap warga diharapkan semakin handarbeni dan hanyenkuyung kotanya.
Semarang selalu identik dengan Tugu Muda dan Lawang Sewu. Tugu Muda adalah sebuah monumen pengingat Pertempuran Lima Hari di Semarang pada era perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dulu. Sedangkan Lawang Sewu adalah bangunan peninggalan Belanda yang dahulu dijadikan kantor jawatan kereta api. Sebuah bangunan yang juga menjadi saksi bisu kekejaman Jepang saat mereka menjajah kota ini.
Keberadaan air mancur ini rupanya cukup menarik keingintahuan orang yang melihatnya. Kini, tiap sore hingga malam, banyak orang berbondong-bondong memasuki kawasan Tugu Muda. Sekedar jalan-jalan sambil merasakan siraman air yang menetes bagai embun atau bercanda ria sambil berfoto-foto dengan latar belakang Tugu Muda dan tetumbuhan di tengah taman.
Alat transportasi massal ini diharapkan menjadi salah satu solusi atas problem lalu lintas yang mengancam Kota Semarang sebagai kota yang tengah bergerak menjadi metropolitan. Sebagai warga perkotaan yang dinamis, masyarakat memerlukan alat transportasi umum yang nyaman dan tepat waktu. Dalam jangka panjang diharapkan bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi yang acapkali menjadi biang kemacetan.
Selamat Hari Jadi kota tercinta. Semoga program SEMARANG BERGANDENG TANGAN yang sudah dicanangkan, semakin menciptakan iklim bermasyarakat yang kokoh menggalang rasa solidaritas, semakin mengembangkan kepedulian dan sekaligus menumbuhkan rasa persaudaraan antar sesama warga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar