Kamis, 28 Mei 2009

Taruh Sampah Jadi Berkah

“Pengelolaan sampah kita masih KATRO,” ujar Romo Andang Binawan dalam sarasehan Kepedulian Lingkungan Hidup dan Pengelolaan Sampah di Paroki Katedral Semarang (28/5). “Kita masih memiliki kecenderungan untuk tidak peduli dengan orang lain, lingkungan apalagi pada generasi yang akan datang. Dalam istilah bahasa asing dikatakan sebagai NIMBY (Not In My Back Yard) Syndrome. ‘Pokoke ora ning pekaranganku’ (yang penting tidak di halaman rumah saya),” jelasnya lebih lanjut.

Sampah selalu ada dan menjadi bagian hidup manusia. Sumbernya bisa berasal dari pemukiman, pasar, kantor, perusahaan, industri. Sampah tempo dulu kebanyakan mudah hancur karena ramah lingkungan (sampah organik). Namun saat ini ia telah berkembang menjadi sesuatu yang mencemari lingkungan terutama dengan sampah plastiknya (sampah anorganik). Menurut penelitian, plastik baru bisa hancur menjadi tanah setelah 400 tahun.

Kebanyakan dari kita masih memperlakukan sampah dengan cara membuang, menumpuk, mendiamkan atau membakar. Maka tidak heran jika sampah banyak bertebaran di halaman, jalan maupun di kali, yang menyebabkan halaman atau jalan menjadi kotor, timbulnya bau tidak sedap yang mencemari lingkungan, dan kali yang mampet yang menjadi salah satu penyebab terjadinya banjir

Lalu, apa yang mesti dilakukan? Kita harus mulai membentuk suatu habitus baru. Kebiasaan untuk mulai peduli pada sampah. Bagaimana caranya? Hal pertama adalah dengan melakukan penyadaran secara terus-menerus. Melalui buku, cerita atau poster-poster. Penyadaran ini tentunya harus didukung sarana dan prasarana yang memadai (tersedianya tempat-tempat sampah). Juga adanya aturan-aturan baku yang siap untuk dilaksanakan. Ketiga hal ini dilatari oleh pengandaian anthropologis manusia yang pelupa hingga harus selalu diingatkan, malas atau tidak mau repot, dan individualistis (kurang peduli pada orang lain).

Selain itu ada prinsip 3 R yang perlu diterapkan terus menerus yaitu; REDUCE, mengurangi sampah. Lebih baik memakai sapu tangan daripada menggunakan tissue kecuali untuk keperluan tertentu yang amat mendesak. Membawa bekal minum dari rumah daripada membeli minuman dalam kemasan. REUSE, memakai atau memanfaatkan kembali. Plastik bekas air mineral digunakan sebagai pot-pot untuk menanam. Kertas yang dibuang, yang masih ada halaman kosong dibaliknya, masih bisa ditulisi atau untuk mencatat. Dan RECYCLE, mendaur ulang. Sampah kertas dilebur dijadikan kertas yang baru. Pun dengan sampah-sampah plastik.

Intinya, mulai saat ini kita jangan menggunakan istilah membuang sampah tetapi menaruh sampah. Setelah ditaruh kemudian dipilah-pilah, mana sampah organik dan sampah anorganik. Sampah yang telah terpisah kemudian diolah kembali. Sampah organik dijadikan kompos dan sampah anorganik yang masih bersih kita manfaatkan kembali atau kita berikan kepada pemulung. Dengan demikian, ia sungguh akan menjadi berkah, baik untuk kita maupun untuk orang lain.

Nah, jangan tunggu orang lain melakukannya karena semua berawal dari diri sendiri. Hari ini, saat ini.

13 komentar:

mwiyono mengatakan...

kau tulis dalam blog kamu sungguh berguna sekalai bagi orang lain...orang yang paling baik adalah orang yang mmpunyai fungsi untuk sesam. semakin banyak informasi yang kau posting dalam blo mu maka semakin tinggi pula nilai fungsimu sebagai manusia

Awal Sholeh mengatakan...

berbagi info dan ilmu sukses selalu mas. dan salam kenal dari saya...

fitri alifah mengatakan...

nice artikel...yupz mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang.. :)

andro_simar mengatakan...

selalu kasih motivasi ya sob.. :D

edylaw mengatakan...

Di jaman serba sulit ini semua barang memang bisa jadi duit bahkan jadi mata pencaharian tetap. sampah yang kita buang setiap hari aja selalu di ambil pemulung untuk di jual dan di daur ulang lagi.
artikel yang bagus sob...

Lala mengatakan...

betul, kalo bukan kita sendiri yang memulai siapa lagi?

Yuga Eko Wahyono mengatakan...

yang gini ini saya demen. tulisannya berbau lingkungan, cayo terus deh. semoga bermanfaat. thanks ya. :)

kakve-santi mengatakan...

salam kenal dulu...




kip post!

wiyono mengatakan...

wow kereen banget blog nya ini

si kumb@ng mengatakan...

masalah sosial yang memerlukan kesadaran yang tinggi dari kita,
makasih dah ngingetin mas...

anazkia mengatakan...

Salam kenal pak :)

Masalahnya, kalau orang kayak saya yang gak bisa mendaur ulang smapah mau di kemanain sampahnya? kalau di kota besar enak, ada tempat recycled nah, kalau di desa2 gimana tuh pak? anyway selain 3R nambahin juga 3M (model A'a Gym :)

frizzy mengatakan...

artikel yang sangat menarik sob, sukses yaa dengan pengolahan sampahnya.
Mbok ya, sampahku juga bisa diurusi, hehehe...

Cheers, frizzy.

die25 mengatakan...

artikel yg menarik ...good post
http://nagapasha.blogspot.com