Selasa, 02 Juni 2009

Tak Ada Yang Abadi

Cerita tentang Manohara Odelia Pinot berakhir bahagia. Minggu kemarin (31/5), dengan bantuan kepolisian Singapura, Manohara akhirnya dapat berjumpa kembali dengan ibunya dan segera bertolak ke Jakarta. Menyimak kasus ini serasa melihat sebuah cerita di sinetron. Perkawinan megah dan mewah antara Manohara yang dipersunting oleh Tengku Muhammad Fakhry, putera mahkota Kerajaan Kelantan, Malaysia, yang digadang-gadang akan membawa kebahagiaan ternyata hanya menyisakan kepedihan. Siapa sangka, Manohara yang cantik hanya dijadikan sebagai barang pajangan yang harus dijaga dan dilindungi secara berlebihan. Di sisi lain, ia juga mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Beberapa hari ini, lewat radio dan beragam tayangan musik di televisi, telinga dan mata kita seolah dimanjakan oleh penampilan grup band ‘KUBURAN’ yang cukup unik dengan gaya panggung yang atraktif dan menarik. Membawakan lagu ‘LUPA-LUPA INGAT’ yang easy listening, grup ini dengan segera menyita perhatian publik dan menyihir jutaan orang mulai dari anak-anak, remaja hingga orangtua untuk segera mengandrunginya.

Di dunia olahraga, tentu kita masih ingat final Liga Champions lalu. Manchester United (MU) sang juara bertahan akhirnya harus mengakui keunggulan Barcelona. MU kalah 0-2 dan harus melupakan keinginan menjadi klup pertama yang bisa mempertahankan piala Liga Champions. Di liga Perancis, Olympic Lyon yang sudah tujuh musim berturut-turut menjadi jawara harus merelakan tahtanya tahun ini jatuh ke tangan Bordeaux. Pun di dunia tenis lapangan, Rafael Nadal, juara bertahan dan pemegang rekor di Roland Garros, Prancis terbuka, kalah dari lawannya di babak 16 besar.

Tak ada yang abadi di dunia ini. Tengku Fakhry yang semula amat menguasai Manohara, kini terancam hukuman berat atas kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang telah dilakukannya. Juga dengan lagu LUPA-LUPA INGAT. Beberapa hari ke depan pasti akan bermunculan lagu-lagu baru yang lebih unik dan menarik. Dan perhatian orang-orang pun akan segera beralih. LUPA-LUPA INGAT perlahan surut dan hilang dari peredaran.

Pun dengan hidup kita. Awalnya, keberadaan kita tercipta oleh sel sperma dan sel telur yang saling bertemu. Setelah hampir sepuluh bulan, kita pun lahir ke dunia. Telanjang dan tidak membawa apa-apa. Kemudian kita mulai makan, berpakaian, bersekolah, punya teman, kendaraan, pacar, punya pekerjaan, punya istri, punya rumah, mobil dan aneka kekayaan lain yang (mungkin) berlimpah. Lalu kita juga punya anak, menjadi tua dan akhirnya mati. Kembali ke tanah tanpa membawa apa-apa.

Hari ini mungkin hati kita sedang berbunga-bunga karena mendapat kenaikan gaji dari bos di kantor, namun sorenya ketika sudah sampai di rumah, kepala kita kembali nyut-nyutan melihat kebutuhan hidup yang terus merambat naik dan semakin banyak. Mungkin juga kemarin kita masih sehat dan melakukan segala aktivitas dengan penuh semangat tapi siapa tahu, hari ini kita jatuh sakit dan hanya terbaring di tempat tidur tanpa bisa melakukan apa-apa.

Jadi, selagi kehidupan itu masih kita miliki, selagi kesempatan masih ada, kita bagikan kasih yang tulus dan perhatian untuk orang-orang yang ada di sekitar kita. Untuk kedua orangtua yang telah merawat dan mendidik kita selama ini, untuk suami atau istri yang setiap hari mendampingi kita, untuk anak-anak yang sudah dikaruniakan Tuhan. Juga untuk orang-orang lain yang kita temui dalam hidup sehari-hari. Mungkin saja timbul beragam konflik dalam hubungan tersebut. Namun jangan jadikan konflik sebagai alasan untuk menghapus rasa cinta dalam hati. Selagi kita diberi kesehatan, kita kerjakan apa yang menjadi tugas kita dengan segala kerelaan dan sepenuh hati. Selagi kita mempunyai jabatan, kita gunakan itu untuk menyebarkan kebaikan dan mensejahterakan orang lain. Jangan malah bertindak sewenang-wenang dan menindas orang lain, sombong dan angkuh serta suka melakukan korupsi seenak udelnya sendiri.

Satu hal yang mesti selalu kita ingat; Tak ada yang abadi. Dan ketika meninggalkan dunia ini, kita tidak akan membawa apa-apa, hanya amal perbuatan yang sudah kita lakukan di sepanjang hidup kita.

Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu

Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah memudar

Reff:
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi

Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang

Tak kan selamanya tanganku mendekapmu
Tak kan selamanya raga ini menjagamu
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti


(Lagu Tak Ada Yang Abadi dari Peterpan)

11 komentar:

anazkia mengatakan...

Betul kawan, tak ada yang abadi di dunia ini. Semuanya datang dan pergi silih berganti

Fetra mengatakan...

idem dah

edylaw mengatakan...

yang abadi cuma nama yang baik :D

eha mengatakan...

LC? Wah, aku seneng barca yg juara ... jadi the blues gak kelewat malu kalah di semifinal. Wong mu aja dilibas 2-0, kalo the blues bisa imbang 0-0 n 1-1 dah bagus itu

franky mengatakan...

tidak ada yg abadi didunia ini.salam kenal

si kumb@ng mengatakan...

Pasti....
Sependapat Mas...
hanya tinggal bagaimana memanfa'atkan waktu yang sebentar ini untuk kebaikan bersama.
peterpannya asik mas...:)

Fandhie mengatakan...

waduh padat banget postingannya heheheh

fitri alifah mengatakan...

fastabikhul khairat...berlomba-lomba lah dalam kebaikan :)

Kabasaran Soultan mengatakan...

memang tak ada yang abadi ...tapi kalau kita mengacu kepada hukum kekekalan energi ternyata semua abadi kok .

DAUR ULANG

Tanah terhampar
Hujan menyiram
Batang menjulang
Dedaun merimbun
Mentari merekah
Angin mengelus
Dedaun gugur
Tanah memeluk

Dedaun mengurai
Tanah menggembur
Rerumput menari
Menghampar bumi
Cacing berbiak
Mata pancing menikam
Kail dilepas
Ikan menggelepar

Api menyala
Minyak mendesir
Ikan digoreng
Aroma mengalir
Selera terundang
Ikan dimakan
Perut kenyang
Kantuk datang.

Subuh terbangun
Dingin menusuk
Perut meradang
Minta kebelakang
Lari kekolam
Duduk semedi
Menguras perut
Yang penuh isi.

Perut terkuras
Lega di hati
Air menyibak
Ikan berdesak
Berenang garang
Berebut makan
Saudara sendiri.

Lonceng berbunyi
Hati mengeri
Berjalan diri
Ke rumah si mati
Tangis memecah
Tandu diusung
Mayat ditanam
Cacing menanti

Mayat terurai
Tanah memeluk
Lalu …..
Ada diri jadi pohon
Ada diri jadi rerumput
Ada diri jadi cacing

Ada diri jadi ...

Uke Poet mengatakan...

nothing lasts forever...

Fanda mengatakan...

Setuju mas, hidup ini bak roller coeaster besar. Sekrg kita di atas tp setlh itu pasti akn berputar ke bawah. Begitu jg saat dibawah, pasti satu saat akn diatas. Yg penting adalah selalu berbuat yg terbaik, entah di atas ato di bawah.
Nice posting!