Senin, 15 Juni 2009

Facing The Giants


Grant Taylor, seorang pelatih kepala Tim Futbol di sebuah sekolah Kristen, begitu sedih saat mendengar penjelasan dokter bahwa kemungkinan dirinya bisa punya anak hanya 10%. Terbayang wajah istrinya yang begitu merindukan kehadiran seorang anak dalam kehidupan keluarga mereka yang sudah berjalan 4 tahun. Ternyata, apa yang ditakutkannya selama ini terbukti, ialah yang menjadi penyebab istrinya sulit hamil. Saat dokter memberi kemungkinan untuk melakukan proses bayi tabung atau mengadopsi anak, Grant hanya bisa menggeleng lemah karena semua itu pasti membutuhkan biaya yang sangat besar padahal penghasilannya sendiri pas-pasan.

Saat Grant kembali ke sekolah, tanpa sengaja, ia mendengar pembicaraan beberapa orangtua murid di sebuah ruangan tentang dirinya. Mereka menuntut pihak sekolah agar segera memecat Grant karena sudah hampir 6 tahun melatih, Grant tidak juga memberi kemajuan yang berarti bagi Tim Futbol sekolah. Mereka berharap ada pelatih baru yang bisa memberi banyak kemenangan.

Grant semakin sedih. Ia pulang ke rumah dengan wajah yang begitu galau. Saat ditemukannya istrinya di ruang tengah, dengan terbata-bata dan berlinang air mata, Grant mengutarakan berbagai masalah yang tengah membelitnya. Akhirnya, ketika semua sudah dikatakan dengan jujur, Grant dan istrinya hanya bisa saling menggenggam tangan. Keduanya larut dalam kesedihan yang sangat.

Kesedihan dan berbagai masalah membawa Grant dan istrinya pasrah dan menyerahkan segala sesuatunya kepada Tuhan. Grant pun semakin rajin membaca Kitab Suci. Dari Kitab Suci ini pula Grant memperoleh inspirasi untuk memberikan metode pelatihan yang baru bagi tim asuhannya. Grant mulai menanamkan perlunya selalu bersyukur dan memuliakan Tuhan baik di saat memperoleh kemenangan maupun kekalahan. Kekalahan bukanlah akhir tetapi hanya satu bagian kecil dalam kehidupan. Grant juga mengharapkan anak-anak asuhannya pantang menyerah dan selalu mengusahakan yang terbaik.

Sejak saat itu semuanya berubah. Kemenangan demi kemenangan mulai mengakrabi Tim Futbol asuhan Grant hingga akhirnya mereka berhasil maju ke kejuaraan daerah untuk menantang juara bertahan selama tiga tahun berturut-turut, The Giants. Lewat perjuangan yang begitu dramatis, Tim Futbol Grant akhirnya memperoleh kemenangan.

Bagi Grant Taylor, inilah akhir yang sungguh membahagiakan. Dan kebahagiaan ini semakin terasa lengkap ketika akhirnya ia mengetahui bahwa istrinya tengah hamil.

Itulah sekelumit cerita ‘FACING THE GIANTS’. Sebuah film yang diputar oleh Tim SIKKAT Paroki Katedral, sebuah komunitas yang konsen memutar film-film untuk keluarga, Minggu, 14 Juni, di wilayah Sampangan. Kegiatan ini memang baru pertama kalinya diadakan di wilayah karena sebelumnya, pemutaran film selalu diadakan di kompleks gereja. Dan ternyata, sambutan umat sangat menggembirakan. Mereka yang kebanyakan terdiri dari para remaja dan kaum muda tampak larut dalam jalinan cerita. Kadang tertawa ketika ada adegan yang lucu dan konyol, bersorak-sorai atau bertepuk tangan dengan riuh.

Romo Kris ketika dimintai komentarnya tentang pesan kesan dari film ini hanya menggarisbawahi dua hal; pertama, Kitab Suci dapat menjadi inspirasi untuk mengatasi segala permasalahan dalam hidup dan kedua, tetaplah selalu bersyukur baik disaat menang ataupun kalah, berhasil maupun ketika gagal karena yang utama adalah selalu memberikan yang terbaik demi kemuliaan Tuhan. Sebab, bagi Tuhan tiada yang mustahil!

6 komentar:

Fanda mengatakan...

Kegagalan sebenarnya adalah saat di mana kita berkesempatan untuk belajar, dan merupakan 'jalan setapak' menuju ke keberhasilan...

Nice posting mas Goen!

Seri mengatakan...

yang penting usaha dan tidak pernah putus asa pasti beroleh kejayaan

eha mengatakan...

Mengucap syukur dalam situasi yang menyenangkan itu mudah. Yang indah adalah tetap mengucap syukur walau keadaan sedang tidak sesuai dengan harapan kita.

iwan setiawan mengatakan...

manusia yang punya keyakinan kuat dan rasa percaya diri akan mampu menatap masa depan yg penuh tantangan..nyambung gak? hehehe..salam kenal kawan

Lisna Lina Simangunsong mengatakan...

hmmm... indahnya bila kita tetap Percaya dan berserah kepadaNya dalam segala kondisi... persoalan yg kita hadapi tidak lebih besar dari berkat yang akan Tuhan curahkan....^-^

deriyan mengatakan...

jika tuhan berkehendak mmaka jdilah,...