Mati listrik yang menyatu dengan kegelapan selalu saja membuat segalanya jadi kacau. Kami tidak bisa lagi menyaksikan film yang lagi seru-serunya. Seorang teman yang tengah membereskan surat-surat menghentikan aktifitasnya. Sementara teman lain yang lagi asyik membaca buku tergeragap karena sekelilingnya menghitam. Semuanya seakan menjadi lumpuh.
Kadang, sengaja maupun tidak, kita begitu akrab dengan kegelapan. Mulanya mungkin malu-malu tapi setelah kenal menjadi sayang dan begitu cinta. Kegelapan itu menjadi begitu enak dan membuai kehidupan kita. Meninabobokan kita hingga kita sulit melepaskannya kembali.
Namun kegelapan tetaplah kegelapan. Ia justru akan membuat kita menjadi lumpuh. Maka, bergegaslah mencari cahaya. Meski kerlipnya hanya setitik bagaikan nyala lilin, tapi yakinlah bahwa ia mampu menghancurkan kegelapan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar