Minggu, 30 November 2008

Di Luar...


Sore ini ketika misa tengah berlangsung, Romo yang berada di altar tiba-tiba menghentikan kegiatannya dan berkata, “Mohon bapak-ibu yang masih berada di luar agar segera masuk ke dalam karena di dalam masih banyak tempat duduk yang kosong.” Suasana menjadi hening. “Jika bapak-ibu tidak mau masuk, misa ini tidak akan saya lanjutkan!” tegas Romo. Satu, dua, lima menit berlalu. Sejurus kemudian tampak beberapa umat mulai masuk dan menempati bangku-bangku yang masih kosong, sementara umat lain yang berada di dalam (yang saat itu tengah berdiri) menunggu sambil celingukan melihat orang-orang itu.

Sebenarnya mengapa mengikuti misa di luar? Ada beragam alasan yang dikatakan. Karena tempat duduk di dalam sudah penuh. Datang terlambat sehingga jika masuk ke dalam merasa malu kalau mengganggu umat yang lain. Karena bisa pulang cepat jika nanti misa sudah selesai. Atau karena memang sudah menjadi kebiasaan.

Mengikuti misa minggu di gereja bagi orang Katolik adalah suatu keharusan. Ini adalah bentuk tanggung jawab dan tanda bakti kita kepada Tuhan yang sudah memberi hidup. Dan ketika tiba di gereja pilihan kemudian ada di tangan kita. Memilih mengikuti misa dengan duduk tenang di dalam sambil menyimak dan mendengarkan sabda Tuhan serta homili Romo dengan seksama. Bernyanyi dengan suara lantang dan mendaraskan doa dengan sungguh-sungguh. Atau lebih memilih mengikuti misa di luar. Dengan duduk atau berdiri di dekat motor atau mobil (sambil njagain juga, takut ntar ada apa-apa...), memilih di pos satpam agar tersembunyi dan tidak kelihatan umat lain (kalo lagi ikut misa…), di taman doa atau duduk di depan dan samping gereja dengan menggunakan kursi-kursi plastik persis seperti di warung-warung makan.

Sekali lagi pilihan memang ada di tangan kita. Namun ketika kita meniatkan diri untuk mengikuti misa akan lebih baik ketika kita bisa bersungguh-sungguh. Sungguh-sungguh memberikan satu atau dua jam kita untuk Tuhan tanpa diganggu oleh pikiran-pikiran kemanusiaan kita. Karena itu berarti kita telah bersyukur atas segala karunia yang sudah dilimpahkan-Nya untuk kita.

Tidak ada komentar: