Jumat, 23 Oktober 2009

Keterlibatan

Sebuah awal yang bagus. Paling tidak kesan itulah yang tertangkap ketika melihat dan mengikuti pertemuan Tim Kerja PIA (Pendampingan Iman Anak) Kamis kemarin. Dari 25 surat undangan yang disebar ternyata hampir 2/3 undangan yang menyempatkan diri untuk datang. Tentu saja hal ini merupakan surprise bagi kami karena melihat dari pengalaman yang sudah-sudah, setiap kali kami mengadakan pertemuan, kurang dari separuh undangan yang mau datang. Itupun orang yang itu-itu saja.

Pertemuan malam itu adalah pertemuan pertama kami setelah dilantik beberapa hari lalu, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Gereja tanggal 7 Oktober. Pembahasan difokuskan untuk mengevaluasi program-program kegiatan yang dilaksanakan pada kepengurusan periode lalu, mencatat berbagai kendala yang ditemui dan mencari jalan pemecahan terhadap permasalahan.

Dari hasil pembicaraan, ada beberapa hal yang menjadi catatan bagi kami. Pertama, masalah pendampingan anak-anak setiap hari minggu di gereja. Melihat kecenderungan akhir-akhir ini, anak-anak yang mau mengikuti kegiatan dirasa semakin berkurang. Mereka lebih tertarik untuk beraktifitas sendiri di halaman gereja. Tentu saja masalah ini adalah PR yang harus segera dicari jalan keluarnya. Bagaimana menciptakan kegiatan pendampingan yang menarik, membuat anak betah dan terlibat secara aktif serta memotivasi orangtua agar turut mendorong anak-anaknya untuk mengikuti kegiatan.

Kedua, masalah keterlibatan pendamping. Awalnya kami merasa cukup optimis pada saat mengadakan kegiatan rekoleksi untuk calon pendamping dan pendamping awal tahun lalu. Ada banyak pribadi (orang-orang baru) yang turut berpartisipasi dan beberapa kemudian menyatakan mau terlibat secara aktif dalam kegiatan mendampingi anak-anak. Namun setelah sekian waktu berlalu, proses seleksi alam berjalan, secara perlahan, satu demi satu mereka mulai menghilang (baca: tidak aktif lagi), hingga hanya menyisakan pendamping lama yang hanya itu-itu saja.

Kok hanya itu-itu saja? Mungkin memang keluhan itu yang sering terdengar di telinga kami. Dan sepertinya hal ini juga dirasakan oleh berbagai paguyuban yang ada di gereja kami. Parahnya, orang yang sama bisa terlibat dalam berbagai macam paguyuban. Ya di PIA, Lektor (pembaca firman tiap minggu di gereja), Kaum Muda, Komsos (Komunikasi Sosial) dan masih banyak lagi.

Apakah memang hanya orang yang itu-itu saja yang mau terlibat dalam (berbagai) kegiatan? Apakah tidak ada orang lain lagi yang mau terlibat? Bagaimana dengan proses kaderisasi jika suatu saat orang (yang itu-itu saja) mulai mengundurkan diri (baca: tidak aktif lagi)?

Keterlibatan memang tidak bisa dipaksa-paksa. Semua harus keluar dari hati; kesadaran, kerelaan dan ketulusan untuk ikut berpartisipasi. Karena tidak ada keuntungan materi yang akan diperoleh. Hanya kepuasan batin, rasa syukur dan kegembiraan dalam menjalani hari.

Nah, maukah kita ikut terlibat dalam pelayanan di manapun kita berada, tanpa pernah memperhitungkan untung dan rugi berdasarkan materi, sebagai wujud syukur atas banyak karunia yang sudah kita terima dari Tuhan?

7 komentar:

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Tiada pengabdian yang paling indah kecuali mengabdi dijalan-Nya.

Seri Bahasa mengatakan...

anak-anak memang begitu sobat. tapi kita sebagai orang tua harus berusaha juga. apa lagi jaman sekarang banyak perkara-perkara yang bisa memesongkan pikiran anak-anak.

Bahauddin Amyasi mengatakan...

Esensi hidup manusia adalah pengabdian dan pelayanan. Sebab, menjadi pelayan berarti memnggal ego kita untuk tidak tergerus pada hal-hal yang tidak bermanfaat.

SAlam sejahtera dan salam kenal..

reni judhanto mengatakan...

Semua kembali pada diri masing-2 dan motivasi setiap orang dalam bertindak.
Bagaimanapun juga.., memang seharusnya mengabdikan hidup di jalanNYA memang sangat indah.

Clara mengatakan...

saya sendiri hampir nda pernah ikut kegiatan seperti itu di gereja, hehehe, bahkan buat pertemuan mudika aja, males >.<

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

salam hangat!

sob

eha mengatakan...

ternyata di mana2 persoalannya serupa ya. Tempatku jg gitu, walau mungkin msh agak lumayan krn sdm-nya jg lmyan banyak.
pe er nih buat kita, piye spy pendamping jg betah, bukan cuma anak aja yg dibikin betah hehe ...