Selasa, 17 November 2009

Hati-hati Gunakan...

Hati-hati gunakan mulutmu
Hati-hati gunakan mulutmu
Karna Bapa di surga melihat segala
Hati-hati gunakan mulutmu

Hati-hati gunakan matamu
Hati-hati gunakan matamu
Karna Bapa di surga melihat segala
Hati-hati gunakan matamu

Hati-hati gunakan tanganmu
Hati-hati gunakan tanganmu
Karna Bapa di surga melihat segala
Hati-hati gunakan tanganmu


Susunan kalimat di atas adalah lirik sebuah lagu yang sering dinyanyikan dalam kegiatan Pendampingan Iman Anak di gerejaku. Pada saat menyanyikannya, para pendamping biasanya akan membuat gerakan-gerakan yang lucu dan menarik, yang kemudian ditirukan anak-anak. Lalu, suasana berubah menjadi heboh apalagi kalau lagu itu diteruskan dengan mengucapkan bagian tubuh yang lain semisal kaki, hidung, telinga dll.

Lagu itu memang cukup sederhana. Namun dari sebuah kesederhanaan tersurat makna yang teramat dalam. Sebuah ajakan untuk selalu berhati-hati dan mawas diri terhadap segala sesuatu yang dilakukan di dunia ini.

Apa yang aku perbuat dengan mataku? Apakah aku lebih sering melihat keindahan yang sudah dikaruniakan oleh Tuhan dan bersyukur karenanya? Atau aku lebih suka melihat hal-hal yang buruk, yang membuat aku jatuh ke dalam dosa?

Apa yang aku lakukan dengan mulutku? Seringkah aku bergunjing, membicarakan kejelekan dan keburukan orang lain, ketimbang mengatakan hal-hal yang baik tentang mereka? Mengapa aku terbiasa untuk marah-marah tanpa sebab yang jelas, membentak, memaki, bersumpah serapah dan berkata-kata kotor, serta menghina orang lain daripada bertutur halus penuh kasih?

Apa yang aku kerjakan dengan tanganku? Sudahkah aku membiasakan diri untuk mengulurkan tangan ketika sesamaku mengalami kesulitan? Apakah tanganku lebih terbiasa melakukan yang tidak baik; mengambil ‘sesuatu’ yang bukan haknya, menggunakannya untuk kekerasan, daripada berbuat kebaikan dan kasih?


Semoga, ada lebih banyak kebaikan yang aku lakukan ketimbang kejahatan. Lebih banyak kasih yang mengalir daripada kebencian dan permusuhan. Karena Bapa di surga melihat segala yang aku lakukan.

12 komentar:

Sigit Purwanto mengatakan...

benar, jangan sekali kali kita lengah dengan keadaan yang menurut kita nyaman ataupun sangat membosankan, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya..
tetap gunakan pengaman, supaya kita selalu aman di mana saja..

Lina Marliana mengatakan...

memang lebih baik kita bisu, buta dan tuli terhadap hal2 yang buruk dan agama pun mengajarkan itu.. Nice posting mas.. thanks

Lina Marliana mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
aan mengatakan...

mulut,mata dan tangan akan menjadi saksi kita di hadapan Nya,,

artikel yang bagus mas..

Clara mengatakan...

jadi inget waktu sekolah minggu dulu, sering banget nyanyi lagu ini. sambil tepuk tangan kalo pas ngomongin tangan, hentak-hentak kaki pas ngomongin kaki.
tapi nyatanya lagu itu cuma lagu.
sampe sekarang aku nggak perhatiin betapa pentingnya makna dari lirik lagu itu.
makasih sudah mengingatkan ^^

Kang Sugeng mengatakan...

betul sekali Mas Goen... di akhir nanti semua anggota tubuh kita akan berbicara masing masing mengatakan apa saja yg sudah di lakukannya selama di dunia, maka mulai sekarang gunakanlah semua ini untuk melakukan hal hal yg baik baik.

becce_lawo mengatakan...

ketika waktunya tiba...

mulut kita akan terkunci..
tangan kita akan berbicara ttg apa yg sudah dilakukannya
kaki kita akan berbicara ttg apa yg sudah dilaluinya

:) nice posting mas

-Gek- mengatakan...

*Duh.. jadi ingat nyanyian ini. Nyanyian yang sering saya nyanyikan waktu SD dulu, (meskipun saya bukan pemeluk agama ini)

Terkadang Tuhan mengingatkan kita dengan berbagai cara. Namun, kitanya ngga "ngeh"

Untung ada Mas Goen, yang mengingatkan. Trims ya Mas. :)

bayu mengatakan...

kita diberi kelebihan oleh Tuhan untuk kebaikan kita dan sesamanya.

Kabasaran Soultan mengatakan...

Betul bro ...
Kita harus kudu hati-hati menggunakan apa saja termasuk menggunakan silet ketika sedang memotong kumis.
wakakakakaka

nice sharing

jOe mengatakan...

setuju bgt mas...
bkn kah nanti akan diminta pertanggung jawaban??

Munir Ardi mengatakan...

terimakasih mas gun sudah mengingatkan