Minggu, 15 November 2009

Obrolan Tentang 2012


Siang teramat terik. Di pos ronda depan rumah Syamsul, Udin dan Bejo tenggelam dalam kesibukannya masing-masing. Udin asyik membaca koran sedangkan Bejo dari tadi sibuk mengelap keringat yang mengalir deras di dahinya. Majalah yang dipakainya untuk berkipasan sudah nampak lusuh dan sobek di sana-sini.

Sejenak, Bejo melirik sahabatnya. “Lagi baca apa sih, Din? Kok kayaknya serius banget…” tanyanya untuk mengusir heran.

“Wah, ini memang bener-bener serius, Jo. Bayangin aja, 3 tahun lagi dunia yang kita tempati ini akan kiamat,” jawab Udin dengan mimik yang teramat serius. “Coba kamu baca koran ini..,” lanjutnya sambil mengangsurkan koran yang dipegangnya ke tangan Bejo.

Bejo menerima koran itu. Beberapa detik kemudian, ia sudah larut, membaca berita yang ditunjukkan Udin. “Oalah… ini tentang ramalan suku Maya itu tho…,” Bejo manggut-manggut. Diserahkannya kembali koran itu kepada Udin.

“Lalu gimana, Jo,” desak Udin.

“Gimana apanya?” tukas Bejo.

“Ya tentang ramalan itu…,” tambah Udin.

“Memangnya kamu percaya dengan ramalan itu?” tanya Bejo sambil membuka kaos singletnya yang sudah banjir keringat.

“Lha gimana ndak percaya, tanda-tanda ke arah itu kan sudah jelas. Bumi semakin panas, lapisan es di daerah kutub yang mulai mencair, juga berbagai bencana yang datang silih berganti tanpa henti,” jawab Udin.

“Sebenarnya kalau mau jujur, sebagian dari hal itu terjadi akibat ulah manusia sendiri. Pemanfaatan teknologi yang kebablasan, polusi yang makin banyak dan meningkat kualitasnya, penebangan hutan yang tanpa kendali dan masih banyak perilaku negatif lainnya,” kata Bejo sembari menatap wajah sahabatnya itu. “Jadi, jangan terus dikait-kaitkan dengan datangnya hari kiamat. Kiamat itu kan urusan Tuhan!” lanjutnya.

“Lalu, apa yang mesti kita lakukan dengan ramalan itu?” tanya Udin, penasaran.

“Ya, biarkan saja. Toh, pada saatnya nanti dunia ini memang harus kiamat. Dan untuk masalah itu bukan hak manusia untuk menduga-duga apalagi pakai meramal-ramal segala. Semuanya menjadi wewenang Tuhan untuk menentukannya. Bisa hari ini, esok, lusa, 2 tahun, 10 tahun bahkan 100 tahun lagi, nggak bakalan ada yang tahu. Yang penting bagi kita, apa yang mesti kita siapkan untuk datangnya hari kiamat itu? Segera bertobat atas segala kilaf dan dosa yang sudah diperbuat selama ini, memperbanyak amal kebaikan untuk sesama, serta selalu menjaga dan merawat bumi ini agar tidak semakin rusak. Nah, hal yang demikianlah yang semestinya terus kita perjuangkan…,” terang Bejo panjang lebar.

Udin mengangguk-angguk. Kekhawatirannya yang tadi menggunung kini sedikit demi sedikit mulai runtuh.

20 komentar:

inyoman indra suputra mengatakan...

:Dhi..nice blog my friend.. keep in touch ok :)
from putra site
http://www.putraunj.blogspot.com

lina@happy family mengatakan...

Mas Goen, ngga komentar banyak deh, pokoknya saya 100% setuju dengan tulisan Mas Goen yang bercetak tebal di artikel ini...

Pohonku Sepi Sendiri mengatakan...

setuju mas..
rahasia kiamat hanya ada di tangan tuhan, bukan hasil dari ramalan..
mau itu benar ato tidak, wallaahualam.. semua kita serahkan pada Sang Maha.. :)

Rana Rasuna mengatakan...

Tentang tibanya hari kiamat tentu menjadi rahasia Ilahi, kita sebagai umat-Nya telah diberi tahu tanda-tandanya dalam kitab suci. So yang penting tetap rajin ber-ibadah serta tinggalkan perbuatan yang dilarang oleh-Nya seolah kiamat sudah dekat dan akan terjadi esok hari.

-Gek- mengatakan...

Ya... Itu sepenuhnya terserah TUHAN, kenapa manusia musti sok tahu dengan keinginan Tuhan, beliau-lah sang sutradara, kita hanya pemain drama kehidupan, yang pasrah - apabila berganti peran, atau bila naskah diubah tanpa notifikasi...

Clara mengatakan...

bener, kiamat urusan Tuhan!
ramalan" manusia cuma bikin orang panik dan menduga yang nggak" aja

Fanda mengatakan...

Betul, mas! Kiamat atau akhir jaman itu pasti akan datang, dan saat ini tanda-tandanya memang mulai keliatan. Tapi itu tak berarti bahwa manusia bisa meramal datangnya hari itu. Hanya Tuhan yg tahu. Yg terpenting kan bukan kapan, tapi bagaimana kita mempersiapkan diri utk menghadapinya. Toh tak ada kiamatpun, kita tak pernah tahu juga kapan Tuhan memanggil kita. Jangan sia-siakan waktu, kalo kita bisa berbuat baik hari ini, mengapa harus menunggu besok?

namaku wendy mengatakan...

iyah kiamat itu urusan Tuhan, manusia hanya bersiap diri aja selalu dgn membekali diri selalu dgn kebaikan agar kapanpun kiamat tiba manusia telah siap menghadapinya tanpa rasa takut, cemas atau kawatir:)
cepat atau lambat, kiamat pasti akan datang, gak pernah ada yg tau.

namaku wendy mengatakan...

oia maaf nyepam dsini mas, wen di semarang timur daerah sendang mulyo ^_^
have a nice day, tetepa tersenyum dan semangat!!!

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

memang byk tanda2 hari kiamat tapi tak seorangpun tahu kapan tibanya.

Kabasaran Soultan mengatakan...

Segera bertobat atas segala kilaf dan dosa yang sudah diperbuat selama ini, memperbanyak amal kebaikan untuk sesama, serta selalu menjaga dan merawat bumi ini agar tidak semakin rusak.

setuju banget bro

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Semuanya itu adalah rahasia Tuhan, tapi kita harus mempersiapkan diri. Cepat atau lambat, hari pasti akan tiba.

si kumb@ng mengatakan...

persiapkan bekal sebelum kiamat tiba...
nice post mas,makasih dah saling mengingatkan

anindyarahadi mengatakan...

pertama kali berkunjung kesini... hahha penasaran juga sama film itu..

tapi sebenernya.. kiamat besok atau nantimalam pun cuma Dia yang tahu.. yang Maha Tahu

Seri Bahasa mengatakan...

harap saja itu satu cerita kosong. sememangnya hari kiamat itu akan tiba, tapi kita masih belum bisa meramalkannya dengan tepat.

ichaelmago mengatakan...

bener banget tuh paragraf yang terakhir. kiamat itu rahasia Tuhan. ga perlu nunggu kiamat dekat untuk bertaubat..

al-basri mengatakan...

salam sobat,
kiamat, tentunya menjadi rahsia Tuhan. saya terpikir juga, jangan saja yang dikatakan kiamat pada 2012 itu merupakan suatu bencana, maka sebaiknya kita berdoa saja agar tidak terjadi apa-apa.

terima kasih sob. salam sukses.

Munir Ardi mengatakan...

Setuju sekali mas dengan postingannya kita ini manusia biasa ngapain ngurus urusan Tuhan ilmu kita tidaklah sebanding dengan ilmu Tuhan

Lina Marliana mengatakan...

Cuman ramalan... meski gitu ambil segi positifnya aja... dengan begitu khan org akan berlomba2 membuat kebajikan dan berupaya untuk mempertebal iman untuk bekal kelak.. iya khan ?!

becce_lawo mengatakan...

mari menabung amal sedari sekarang mas...itung-itung buat persiapan akhirat kelak, meskipun kiamat dah dekat atau masih jauh..he,he,he