Selasa, 10 November 2009

Engkau

Engkau seperti rayap
bekerja dalam gelap
gerogoti milik kami
hingga hancur tak bersisa
yang dilihat baik
hanyalah kedok
untuk tutupi kebusukan

Engkau malih rupa jadi buaya
petantang-petenteng sok kuasa
hukum adalah kami,
kami adalah hukum, teriakmu
sambil tunjukkan taringmu
yang terus bersimbah darah

Haruskah kami selalu kalah?

15 komentar:

Munir Ardi mengatakan...

bagaimanapun akhirnya kebenaran yang akan menang iyakan Mas

Munir Ardi mengatakan...

nice poem mas mantapppp

JT n CS mengatakan...

keren mas gun... kadang hukum menang di atas kebenaran. tapi kebenaran tetaplah benar

fanny mengatakan...

wah, ini pasti berkaitan dg urusan cicak dan buaya ya?

Rumah Ide dan Cerita mengatakan...

Nice poem mas. Ayo berantas korupsi, jadikan Indonesia bermartabat.

laksamana embun mengatakan...

Puisi buat cicak n Buaya ya Kang..

Saya suka puisi yang akang buat penuh dengan makna yang tersirat...

Perlu di Orbitkan di lintas berita..

yusi mengatakan...

bagus mas makna yang tersirat cukup tajam , buaya nya aja mas di masukin penjara biar cicak seneng. he he he

Sudino Dinoe mengatakan...

Hukum dunia manusia yg mencipta dan bisa di hindari, tapi hukum Tuhan kan berlaku buat semua... Benar nggak mas?..

Slm persahabatan

Clara mengatakan...

kesannya galak amat nih, pake ada taring"an segala. hihihi.

lovepassword mengatakan...

|Whaduh lha ini ? puisinya garang juga. he he he..sip mas sip deh :)

ajeng mengatakan...

Tajam dan mengena. Semoga angin membawa puisi ini ke telinga "orang-orang" disana..

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Puisi tentang si buaya yang mantap.
Moga aja buayanya bisa ketangkep ama sang pawang.

Seti@wan Dirgant@Ra mengatakan...

Puisi tentang si buaya yang mantap.
Moga aja buayanya bisa ketangkep ama sang pawang.

SeNjA mengatakan...

puisi tentang menentang kebatilan y mas ??

pada akhirnya yg benar pasti menang ^_^

Seri Bahaa mengatakan...

yang penting kita jangan buta hati kerana ia akan membawa kepada jurang yang lebih dalam. keadilan pasti berlaku dimana-mana. ngak selamanya kemungkaran itu akan bermaharajalela dimuka bumi ini.