Jumat, 27 November 2009

Lilo

Lilo, seekor ulat muda termangu di dahan pohon waru. Matanya nanar menatap sekawanan kupu-kupu yang barusan terbang dan kini hinggap di pohon jambu yang sedang berbunga lebat. Kupu-kupu itu indah sekali. Sayapnya biru cerah dengan semburat hitam serta totol-totol putih yang terangkai dengan sangat sempurna.

Ketika seekor kupu-kupu dari kawanan itu tiba-tiba hinggap di pohon waru, Lilo bergegas menghampiri, “Kawan, darimanakah asalmu?” tanyanya ramah.

“Oh… kau ulat,” Kupu-kupu itu terkejut ketika melihat ada seekor ulat berada di dekatnya. “Aku berasal dari pohon-pohon di taman itu, tidak jauh dari tempat ini,” lanjutnya.

“Betapa indahnya dirimu, berbeda dengan keadaanku yang buruk rupa ini…,” ujar Lilo, memelas. “Dari apakah engkau diciptakan?” tanyanya kemudian.

Kupu-kupu itu tergelak. Ia keheranan dengan pertanyaan ulat itu. “Pertanyaanmu aneh. Bukankah engkau jika saatnya tiba, juga akan berubah seperti aku? Ketahuilah kawan, kita berasal dari hal yang sama. Dahulu aku juga seperti engkau, buruk dan ditinggalkan. Namun karena kemurahan Tuhan, aku diberi kesempatan berubah menjadi sangat indah,” terangnya panjang lebar.

Lilo semakin tidak mengerti. Berulangkali ia berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh kupu-kupu itu. Ia juga akan berubah menjadi indah? Lalu, kapan saat itu tiba? Belum sempat ia bertanya lebih lanjut, kupu-kupu itu sudah terbang meninggalkannya.

Berhari-hari Lilo tidak bisa tidur. Aneka pertanyaan itu terus merasuki pikirannya. Dan semakin ia memikirkannya, ia tidak sabar untuk menantikan saat itu. Saat dirinya berubah menjadi indah. Ia sudah bosan terus-terusan terkurung dalam tubuh jeleknya yang penuh bulu. Apalagi ketika ia mendapati kenyataan, beberapa temannya telah terdiam dalam bungkusan berwarna coklat. Satu di antaranya bahkan telah memunculkan makhluk hidup baru yang sangat indah.

“Aku harus segera berubah!” jerit Lilo. Ia segera memikirkan beragam cara untuk mewujudkan keinginan tersebut. Setelah berpikir matang, akhirnya ia memilih satu cara yang dirasanya bakalan berhasil. Ia akan menggulung dirinya di dalam dedaunan. Dan segera ia melaksakan rencana tersebut. Pertama-tama dikumpulkannya potongan-potongan daun terbaik. Setelah itu ia menempatkan diri di atas dedaunan yang telah disusunnya sedemikian rupa. Gulung sana gulung sini dan huppp… akhirnya ia tidak kelihatan lagi, terbungkus di dalam daun. Namun karena tidak hati-hati dan pandangannya yang terhalang daun, Lilo jatuh ke tanah. Daun-daun yang membungkus dirinya kini terasa mencengkramnya. Nafasnya tersengal-sengal karena sesak. Ia berusaha keluar dari bungkusan tersebut tetapi usahanya sia-sia. Akhirnya, Lilo mati akibat ketidaksabaran dan kebodohannya sendiri.

18 komentar:

joe mengatakan...

kisah yg menarik sob...
tp kacian juga ya lilo!! smoga kita bs memetik pesan di balik cerita itu...


Regards : PingugOblOg

Clara mengatakan...

harusnya kita bersabar saja ya, mas..,toh Tuhan sudah menyiapkan saatnya sendiri bagi kita

ceritanya bagus ^^

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

met weekend!

bersabar jika weekwnd lwat hehe

Laksamana Embun mengatakan...

Cerita yang Merarik Kang..

Kadang2 kesabran adalah satu kunci buat menuju kesuksesan,,

Yunna mengatakan...

sbar memang selalu dibutuhkan ya...

anggi mengatakan...

orang yg bersabar adalah orang yang kuat.

-Gek- mengatakan...

Setuju sama Claraaa.. :)
Sabar, Percaya, Pasrah, bersyukur.

Kabasaran Soultan mengatakan...

Lagi-lagi ..inspiring sekali tulisannya kang.
Semoga kita bisa memetik hikmah dengan cerita sang ular lilo

Munir Ardi mengatakan...

biar lambat asal selamat, met weekend sahabat

KucingTengil mengatakan...

HUNYAAAAAAAAA... NAPA SAD ENDING GENEEEEE *flood of cry*

anindyarahadi mengatakan...

mirip si uli ya lilo ini... hehehehehe iya iya deh manggilnya mas gun bukan oom hahahag ..mas gun sensi nih

RanggaGoBloG mengatakan...

Maaf pak g bs berlama lama.. Koneksi lg buruk..

Coretan Hati Qu mengatakan...

Kita manusia bisa memetik hikmah dari cerita tersebut..Kesabaran itu pahit tapi buahnya manis..jadi bersabarlah walaupun sulit..

Lina Marliana mengatakan...

menarik mas, penuh inspirasi.. tp yg paling membuatku salut, blog ini tiap hari selalu update postingan yah, inspirasinya selalu saja ada.. sip banget deh... :)

Fanda mengatakan...

Budaya instan makin bikin orang tak sabaran. Pdhal keindahan lahir dari usaha yang keras. Usaha utk mewujudkannya dan mempertahankannya.

Kisah yg sudah sering kita baca, tp berhasil mas tulis kembali dgn gaya yg renyah namun bermakna. Thanks mas atas inspirasinya...

becce_lawo mengatakan...

yah si lilo...sabar dikit napa???

ello : LoversoiX mengatakan...

Cerita yg inspiratif, dasar si Lila, jahat sih!

andy mengatakan...

menarik banget sob ceritanya, emang klo aku lihat dari gambaran ceritanya bahwa untuk meraih hasil yang baik dan sempurna di hidup ini ga ada yang instant, kalo mau pake cara yang instant pastinya ada efek sampingnya, bahkan dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. So menurut saya tetap berusaha dan bersabar. Thank sob filosofinya bagus n patut untuk direnungkan oleh setiap orang kalo mau sukses