Sabtu, 21 November 2009

Kepada Tuan

Kepada tuan yang empunya kuasa dan hukum
lihatlah kami
raga kami lemah dihimpit kemiskinan
wajah kami lusuh tertimpa berat kehidupan
dengarkan juga kami
suara kami lenyap bukan karena penyakit
tetapi kami lelah berteriak
kata-kata yang terucap
selalu tertiup angin
dan dibawanya pergi entah kemana

Kepada tuan yang empunya kuasa dan hukum
mengapa engkau tak mau berubah?
mengapa matamu semakin buta?
mengapa telingamu semakin tuli?
mengapa hatimu kau rubah menjadi batu?


Sadarlah tuan,
hidup tidaklah abadi
semua yang kau punya dapat hilang dalam sekejap
dan bila saat itu tiba
engkau pasti akan merana
karena neraka telah menunggumu
di sana

15 komentar:

Ivan Kavalera mengatakan...

sebuah puisi sketsa sosial yg mantap. semoga negeri ini lebih baik esok daripada hari ini.

TRIMATRA mengatakan...

karena neraka telah menunggumu...."sekedar meneguhkan kepastian"

SeNjA mengatakan...

puisi sosial yg keren mas,
aku pengen bgt nulis puisi ttg sosial tapi blm berhasil jg mas :(

setiakasih mengatakan...

Mantap puisinya kawanku!

M.RIDWAN MAHADI A.T mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Munir Ardi mengatakan...

mantap pusinya "lagi berduka"

Bahauddin Amyasi mengatakan...

Sajak sosial yang menohok. Semoga bangsa ini cepat keluar dari keterpurukannya. Amin...

ichaelmago mengatakan...

kalimat terakhir..bikin merinding...

Lina Marliana mengatakan...

Wah.. tiap hari selalu update posting nih mas.. Rajin banget, ga habis ide yah ? hehehe..

Btw, bagus tuh puisinya, menyentil sejumlah kalangan tertentu..
Knp ga di kirimkan untuk dimuat di surat kabar mas ? bagus kok..

reni mengatakan...

Semoga Tuan membaca curahan hati ini
dan Tuan dapat mengaca diri
bahwa kini saatnya utk kembali
kepada hati nurani.....

Laksamana Embun mengatakan...

Puisi yang mengandung pelajran penting bahwa sesuatu dapat di ambil lagi oleh sang pencipta dengan sekejap...

Puisi ya "Sep" blognya "OK"

rezKY p-RA-tama mengatakan...

berkunjung n kasi senyuman...

anindyarahadi mengatakan...

mantap. berpeluang besar menyindir orang2 yang bisa 'merasa' mas... oh ya btw linknya udah aku pasang di blog aku.. link balik ya.. makasih^^

-Gek- mengatakan...

Puisi untuk pemerintah ya Mas.. ho oh.. Mantabs bgt!

:)

Seri Bahasa mengatakan...

kerana kuasa merentas segala sempadan. hukum hanya pada mulut, tapi perbuatan bermaharajalela dalam hati.