Kamis, 19 November 2009

Kasih-Nya Seluas Samudera

Anak bagi keluarga adalah anugerah yang tidak ternilai harganya. Ia adalah titipan Tuhan yang harus dirawat dengan penuh kasih dan sayang. Begitu juga dengan Sugito. Ia kini merasa lega. Anak laki-laki yang begitu didambakannya telah lahir dengan selamat. Tetapi rupanya Tuhan memberikan cobaan bagi keluarganya. Anak laki-lakinya lahir prematur. Usianya baru 6 ½ bulan di dalam kandungan. Karena ekonomi yang tidak memadai, Sugito hanya bisa merawat anak itu di rumah. Meski keadaan yang serba minim ditambah lagi ketiadaan listrik, ia berusaha merawat anak itu dengan penuh perhatian. Setiap saat disiapkannya petromaks di kanan kiri di atas kepala dan di sisi yang lain tak ketinggalan botol berisi air panas untuk membuat anak itu tetap hangat. Berkat dukungan dari seluruh keluarga dan terutama karena mukjijat dari Tuhan, anak laki-lakinya kini telah tumbuh semakin besar dan sehat.

Sugito yang bernama lengkap Bernardus Sugito menikah awal tahun 1973. Meski hanya bekerja sebagai wiraswasta dengan jalan mereparasi alat-alat elektronik seperti radio, tape, TV, Sugito merasa bahagia. Ia tidak terikat dengan orang lain. Baginya bekerja secara mandiri lebih enak dan bebas waktunya. Tetapi ia tetap berusaha mendisiplinkan diri dalam bekerja. Ia selalu berusaha dengan sungguh-sungguh memenuhi segala kebutuhan keluarga. Hingga tak jarang seringkali ia memenuhi panggilan ke luar kota bersama teman.

Pernah suatu saat, Sugito merasa kalut dalam hidupnya. Ia mengalami cobaan berat. Ia merasa down. Ia mengalami krisis iman. Karena terdorong kebutuhan untuk memenuhi kehidupan keluarganya, lambat laun ia melupakan kewajiban untuk pergi ke gereja. Ia malah mencari jalan pintas. Saat sedang berdoa, ia didatangi mahkluk gaib yang ingin memberinya uang dan harta yang melimpah. Dan itu berlangsung secara terus menerus. Tetapi pada akhirnya, Sugito sadar, semuanya hanyalah semu dan sia-sia. Ia berusaha mencukupi kebutuhan keluarga tetapi tidak tercapai toh ia sudah meninggalkan Tuhan. Akhirnya ia sowan ke Romo dan diberi nasehat-nasehat. Setelah bertobat rupanya Tuhan memberi jalan kepadanya untuk mengikuti pilihan menjadi prodiakon. Sebelumnya Sugito tidak pernah mau tetapi saat itu ia merasa sanggup. Ia mantap untuk mengatakan ya walau tidak tahu apa yang akan dikerjakannya nanti.

Sebagai prodiakon, Sugito berusaha memberikan pelayanan secara penuh kepada umat. Membantu memberikan komuni atau kadang bergantian memimpin ibadat di stasi dan lingkungan. Selain itu, ia juga memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya.

Dalam kehidupan bermasyarakat, keluarga Sugito seringkali dijadikan teladan oleh lingkungan sekitar. Meski satu RW hanya mereka yang Katolik, tetapi mereka tidak merasa minder. Tidak rendah diri. Bagi Sugito sebagai kaum minoritas harus tegar. Meski dalam masyarakat sendirian tetapi harus bisa menggarami. Dan hal itu dilakukannya dengan ikut aktif membaur dalam kegiatan di masyarakat baik RT maupun RW. Ia selalu berusaha memberikan contoh yang baik. Begitu juga di dalam keluarga, ia senantiasa menanamkan nilai-nilai positif kepada anak-anaknya dan menjalin komunikasi yang baik satu sama lain, sehingga mereka tidak mencari hal-hal yang keliru tetapi lebih memilih mengikuti kegiatan-kegiatan yang positif.

Sugito yang lahir tanggal 20 Mei 1949 dan bertempat tinggal di Desa Mlati Norowito VIII / 231 Kudus, kini merasa bahagia. Ia dan istrinya betul-betul merasakan kasih Tuhan begitu berlimpah. Anak-anaknya yang terdiri dari enam putri dan satu putra kini telah bisa mandiri. Mereka sebagian besar sudah bekerja dan tinggal si bungsu yang masih bersekolah di SMPK. Dari putrinya yang sulung, kini ia sudah menimang dua cucu. Kadang saat hari raya Lebaran, Sugito beserta seluruh keluarga mengunjungi tetangga sekitar untuk bersilaturahmi saling memaafkan. Pun ketika Natal tiba, tetangga dekat juga datang untuk mengucapkan selamat.

16 komentar:

SeNjA mengatakan...

pertamaxxx......

SeNjA mengatakan...

ending yg bahagia ya mas ^_^

TRIMTRAKU mengatakan...

"Jika kamu ingin menyelesaikan urusan duniamu, selesaikanlah dulu urusan akhiratmu."

ArielLakindy mengatakan...

di buat sinetron bagus tuh mas....salam.

Lina Marliana mengatakan...

kisah nyata mas ? yang didedikasikan untuk pak Sugito ?
Nice story mas..

-Gek- mengatakan...

Diakon?
Prodiakon?

Saya tidak mengerti Mas..
Trus, .. ceritanya keluarga beliau itu, multi agama?

Intinya sangat layak untuk disimak pagi-pagi begini.. :)

-Gek- mengatakan...

oOOO, Gituu, iya-iya Mas, salah baca.. hehehehehehe!

Silaturahmi tohhh.. saya kira "ikut" merayakan. hehe.

Saya juga paling rajin kalo silaturahmi - malah ampe seharian.. makan-makan sihhh.. hihihihihihi..

*kabur*

Fanda mengatakan...

Teladan yg baik dari Pak Sugito. Hidup ini, bila kita jalani dgn baik pasti akan memberikan kebahagiaan berlimpah, tak peduli situasi apapun yg kita jalani.

Mas, ada pesta di rumahku. Datang ya, dan bawa pulang souvenirnya...

Ritma mengatakan...

waaahh...... aku suka ni mas ceritanya... bagus banget

Kabasaran Soultan mengatakan...

Sebuah kisah yang sangat inspiratif

as usual bro ..penuh hikmah dan nasehat.

terima kasih ntuk sharingnya

Lisna Lina Simangunsong mengatakan...

kisah nyata ya mas.... good mas....:D

Munir Ardi mengatakan...

sepertinya mas berbakat untuk menulis biography nih kisah anda tentang seseorang selalu bagus dan enak untuk dibaca

akhatam mengatakan...

Artikel bagus sobat.. salam kenal.. sukses selalu...

rossi mengatakan...

SEMINAR INTERNET GRATIS

Ini adalah tingkatan Paling Atas: Praktek secara Langsung semua Materi Internet Bisnis Tingkat Atas, didampingi langsung oleh Tim Kami sampai benar-benar Bisa secara langsung di tempat kami.

Kalau Tidak Bisa Bagaimana???

Kalau sampai Tidak Bisa, Anda tidak Perlu Bayar sedikitpun. Ini merupakan TANGGUNG JAWAB KAMI dan GARANSI KAMI.

KANTOR dan LAB kami Jelas, Data - Data kami Valid, Foto dan Video kami ada, Denah/Peta Alamat kami Lengkap (ada di menu LOKASI), ada Call Center juga, Rekening kami Jelas, Punya Kelas untuk Kursus Lanjutan, Boleh Datang dulu, Bisa Konsultasi langsung, sekaligus anda bisa mengikuti dulu SEMINAR INTERNET kami secara GRATIS.

http://jurus-usaha.co.cc/

rossi mengatakan...

SEMINAR INTERNET GRATIS

Ini adalah tingkatan Paling Atas: Praktek secara Langsung semua Materi Internet Bisnis Tingkat Atas, didampingi langsung oleh Tim Kami sampai benar-benar Bisa secara langsung di tempat kami.

Kalau Tidak Bisa Bagaimana???

Kalau sampai Tidak Bisa, Anda tidak Perlu Bayar sedikitpun. Ini merupakan TANGGUNG JAWAB KAMI dan GARANSI KAMI.

KANTOR dan LAB kami Jelas, Data - Data kami Valid, Foto dan Video kami ada, Denah/Peta Alamat kami Lengkap (ada di menu LOKASI), ada Call Center juga, Rekening kami Jelas, Punya Kelas untuk Kursus Lanjutan, Boleh Datang dulu, Bisa Konsultasi langsung, sekaligus anda bisa mengikuti dulu SEMINAR INTERNET kami secara GRATIS.

http://jurus-usaha.co.cc/

lusi mengatakan...

Great article :)