Kamis, 04 Februari 2010

Ketika Kerbau Berpuisi


Aku hanyalah kerbau
yang berusaha jujur pada keadaan
kemarin, Aku ikut demo para mahasiswa itu
tapi baru sesaat, Aku diusir dari kerumunan
kata MEREKA, Aku telah mengganggu ketertiban
kata MEREKA, Aku tidak pantas berada di tempat itu

Ah, apakah karena hanya seekor kerbau
Aku boleh diperlakukan seperti itu?
bukankah Aku juga mahkluk hidup
yang ingin didengar suaranya?
atau, itu memang KEBIASAANMU
yang gemar membungkam kritik
dan merasa lebih pantas
ketika memaki-maki dan berkata-kata kotor
saat sidang dengan SESAMAMU
yang katanya terhormat, di gedung megah itu

Benar…, aku memang gendut, lamban, dan bodoh
tapi lihatlah…
Aku mampu menyelesaikan tugas
yang diberikan oleh tuanku
dengan benar dan bertanggungjawab
Aku mungkin juga bodoh
namun… bukankah itu lebih baik
karena Aku mampu bersikap jujur dan apa adanya
tidak seperti ENGKAU
yang menggunakan KEPANDAIANMU
untuk menipu, mengakali, mencari-cari alasan,
dan terus-menerus merampas hak-hak SESAMAMU
demi KEUNTUNGANMU sendiri

Aku hanyalah kerbau
yang berusaha jujur pada keadaan
karena aku tidak ingin negeri ini semakin karam,
tenggelam, hilang dan dilupakan

21 komentar:

aan mengatakan...

Sang 'kerbau' yang gagal beraksi di Bundaran HI kemaren,mengandung banyak simbol,,kalo ada yg merasa tersinggung karena mengartikan simbol itu sebagai pemalas dan lamban? gimana mas goen???

hehe,,

-Gek- mengatakan...

Tidak setuju.
Kerbau adalah pekerja keras. Selalu tekun. Biar lambat asal selesai. Tidak rumit, lugas, dan bisa dipercaya. :)

Kenapa saya tahu?
Karena saya (dengan bangga) Shio Kerbau.

Biar lemot, saya bisa menyelesaikan semuanyaaaaaa... Thanks GOD for that!

hendro mengatakan...

lalu di mana sang petani

SeNjA mengatakan...

setuju sama komentarnya Gek,... ^^

selamat malam mas ....

elpa mengatakan...

lam kenal juga mas..
kerbau yg punya fisik hitam gendut,tp berguna buat orang bnyak,ada manfaat yg di berikan,sedang yg fisiknya sempurna blm tentu berguna dan bermakna,...keknya kerbau adalah kiasan

aan mengatakan...

sebenarnya kita apalagi orang jawa kaya akan simbol2 itu,salah satunya ya itu kerbau,saya juga ngga setuju kalo di katakan malas,,laah yg mengatakan kerbau itu malas orang2 pemerintahan kok,,saya juga ber shio kerbau,,taurus gito loh,,hehe

KucingTengil mengatakan...

Ssttttt... jgn ngomong kebo dulu, ntar ada yg tersungging *lirik ke istana presiden*

BERITA ONLINE mengatakan...

WAH, KERBAU MENDADAK TREND YA AKHIR-AKHIR INI.

ivan kavalera mengatakan...

Apa kabar, mas. Tentang kerbau, hmm...hehehe..(celingak-celinguk dulu ke istana negara).

kebookyut mengatakan...

puisinya bagus mas..
tapi nggak setuju ma deskripsi kerbaunya!!!!

keboo kan pake name keboo!!
tapi nggak gendut(malah kurus), agak lamban, dan sedikit bodoh.

kerbau kurus kan nggak keliatan, soalnya rusuknya ja segede gambreng. pahanya besar kan karena bajak sawah. pipinya aja nggak tembem.tanduknya fat free!! hehe

gyah....capek deh...
maaf langsung nyrocos..jangan marah y..keboo cuman bercanda..
salam kenal...

Lilah mengatakan...

Iya sih...sebenarnya boleh-2 aja pakai simbol apapun utk ungkapkan inspirasi, ttp kalo kebablasan gitu, menurutku ya ga beretika...kt tau keadaan negeri kita, tak semudah membalikkan telapak tangan buat membuat negeri ini mjd binar kembali, melihat kekurangan org memang gampang, ttp apakah kt sdri mampu menuruti kemauan ratusan juta org, apabila kt yg menggantikan posisi org yg kt anggap serba kurang itu ????

harto mengatakan...

hmmmm.... masalah puisi kerbau atau apa niiihh.... kabuuur....

Clara mengatakan...

tang kerbau juga...hehehe
tapi enath kenapa si kerbau ini jadi terkenal ya skarang,,,heheheh kalah pamor saya (loh)

richo mengatakan...

walah kerbau aja dah kecanduan puisi sagalah yak heheh

buwel mengatakan...

bener2 kerbau yang kriris...

a-chen mengatakan...

duh, kerbau ya... :-)

Fanda mengatakan...

Inilah kisah si kerbau yang tiba2 saja jadi artis terkenal di panggung negeri kita...

catatan kecilku mengatakan...

Hebat.. si Kerbau jadi bintang tamu di blog ini hehehehe

the others.... mengatakan...

Mas.., puisinya tajam banget..?!

eha mengatakan...

Aku ndak ikutan debat soal kerbaunya;
aku sejalan dengan pemikiran bahwa lebih baik menjalankan tanggung jawab sepenuhnya walau dalam kesederhanaan daripada heboh-heboh dalam posisi yang (mestinya) terhormat.

Lina Marliana mengatakan...

selain kerbau, apalagi yah yg ikut demo?