Selasa, 02 Februari 2010

Pak Budiman

Namanya Pak Budiman. Ia, orang paling kaya di kampung Margolayu. Rumahnya besar, dua lantai dan menempati tanah yang cukup luas. Di garasi rumahnya tersimpan beberapa mobil keluaran terbaru dari merk-merk terkenal. Di dalam rumahnya pun, dipenuhi dengan aneka perabotan yang berharga mahal.

Di rumahnya yang besar itu, Pak Budiman hanya ditemani beberapa pembantu. Maklum, hingga usia hampir 50 tahun, ia belum mempunyai pendamping hidup. Penyebabnya bukan karena tidak ada wanita yang mau mendekatinya, tetapi karena konsentrasinya yang teramat fokus pada pekerjaan dan karirnya.

Meski paling kaya, Pak Budiman dikenal sebagai orang yang dermawan. Ia kerap memberi bantuan untuk orang-orang yang membutuhkan, yang datang kepadanya. Jadi, tidaklah mengherankan bila hampir sebagian besar warga kampung Margolayu sudah pernah menerima uluran tangannya.

Kebiasaan itu ternyata membawa dampak yang tidak begitu baik. Pak Budiman lambat laun berubah menjadi orang yang sombong dan ingin menang sendiri. Ia ingin diperlakukan secara istimewa, dihormati dan dalam setiap hal selalu ingin dinomorsatukan. Ia juga ingin selalu dipuji atas kebaikan yang sudah dilakukannya.

Suatu ketika, saat seluruh warga kampung Margolayu tengah terlelap dalam tidur, terjadi kebakaran hebat yang melanda rumah Pak Budiman. Keheningan pagi sontak berubah menjadi kegemparan. Semua menjadi takut, panik, dan kemudian saling bahu membahu untuk mengatasi kebakaran itu. Namun, sang takdir rupanya berkata lain. Pak Budiman tidak dapat diselamatkan. Ia ditemukan tinggal kerangka di bawah puing-puing rumahnya yang habis dilalap api. Kerangka itu sangat mengerikan. Hitam dan gosong. Bahkan beberapa bagian sudah tidak utuh lagi.

16 komentar:

buwel mengatakan...

Duh, tragis ya...
Mungkin memang yang terbaik terbaik yang diambil cepat olehNYA...

a-chen mengatakan...

Pak Budiman yang malang, but jangan khawatir pak Budiman... disana kau tentu sejahtera...

Munir Ardi mengatakan...

kisah nyata kah ini mas goen

aan mengatakan...

banyak hikmah yang bisa di petik dari cerita ini ..

the others.... mengatakan...

Balasan bagi orang yang sombong dan ingin menang sendiri ?
Semoga saja meskipun sempat khilaf, kebaikan-2 pak Budiman dapat menolongnya di akherat kelak. Amin.

catatan kecilku mengatakan...

Ini kisah nyata...? Tapi ada banyak hikmah dalam kisah itu. Thanks utk sharingnya.

Penikmat Buku mengatakan...

wih, tragedi yang menghentak...benar2 membuat kepala mengangguk mantap, bahwa segalanya di dunia ini milik NYA

setiakasih mengatakan...

Hi Cahyadi,

Sungguh aku tersentuh membacanya,
apabila riak sudah melanda,
dunia dan pangkat diutama, segalanya akan jadi ga sempurna dan membawa celaka.


p.s: ngapain ya, aku ga suka kei namanya, 'Budiman'? Ya, mungkin ada kenangamn yang ga enak. :( Namun kisahnya sungguh memberi iktibar yang baik...

-Gek- mengatakan...

Ngeri menjadi orang sombong dan lupa diri.. ingat-ingat.. Tuhan ga suka orang yg sombong..

Kabasaran Soultan mengatakan...

Kadang-kadang lingkungan punya kontribusi membentuk orang menjadi sombong atawa lupa diri.
Jatuhnya bung karno, pak harto atau bahkan gusdur tidak terlepas dari pengaruh orang2 disekitar dia .

Kisah yang sangat inspiratif kang ...
semoga amsal pak Budiman menjadi contoh bagi kita

richo mengatakan...

mungkin bonus dari perbuatannya kali yah..... salam kenal bang

Clara mengatakan...

tandanya kita ga boleh sombong ya Mas...

Seiri Hanako mengatakan...

kisah yang inspiratif..

eha mengatakan...

Sesuatu yang diawali dengan baik hendaknya diakhiri dengan baik pula. Sayang sekali bila kedermawanan harus diakhiri dengan kesombongan ....

Arfi mengatakan...

maqkanya, jangan sombong.... kan sombong itu menggerogoti kebaikan kita.. ehhehe.. jadi orang yang dermawan...

Lina Marliana mengatakan...

apa itu kisah nyata mas ??
tragis banget nasibnya...