Senin, 08 Maret 2010

Menulis Dengan Hati


Entah di mana aku menemukan kata-kata itu, aku tidak ingat lagi. Yang pasti, kata-kata itu seakan terus mengikuti aku. Menyihirku dan membuatku makin terpesona. Membelenggu pikiranku. Memporak-porandakan perasaanku. Lalu sebuah tanya tiba-tiba menggelora: apakah aku sudah melakukannya? Ah… rasanya masih terlalu jauh. Aku masih harus banyak belajar, mengalami, dan memahami berbagai peristiwa.

Hati adalah muara dari aneka perasaan yang dialami manusia. Sedih, gembira, kecewa, marah, benci, dan masih banyak lagi. Dalam hati juga bersemayam nurani yang akan selalu mengingatkan kita untuk melakukan kebenaran dan menjauhi ketidakbenaran.

Maka, menulis dengan hati akan membuai pembacanya. Ikut terisak atau meneteskan air mata ketika bertutur tentang kesedihan. Tertawa saat menceritakan kegembiraan. Pun marah dan benci saat melukiskan ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang terus saja meraja.

Menulis dengan hati, berangkat dari kejujuran dan berpihak pada kebenaran. Karenanya, kita beroleh semangat untuk mulai memperbaiki diri. Menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa berkat untuk orang lain.

Bagaimana menurut sobat?

24 komentar:

setiakasih mengatakan...

Hi Mas Goen...
aku setuju sekali ama kamu!
menulis dengan hati...
membelai rasa... membaca pembaca ke alam kita, seperti mereka sendiri alaminya.

Bagus pengkongsian itu! Makasih ya...
(kerana aku hampir hilang punca, harus menulis yang bagaimana?)

setiakasih mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anazkia mengatakan...

Mas Gun masih kebawa perasaan seminar nih, jadi iri saya. Mengingat, tulisan saya yang acak kadut :D

menulis, emang harus dari hati mas ;)

secangkir teh dan sekerat roti mengatakan...

menulis itu ya dengan tangan lah, hehehe...

menulis dengan hati, tulisan benar2 akan menghanyutkan para pembacanya karena tulisan itu yang mbaca bukan mata, tapi si hati pembacanya :)

NURA mengatakan...

malam sobat
yuppz setuju banget mas,,
kalau menulis dengan hati,berangkat dari kejujuran dan kebenaran.

info dalam kubus mengatakan...

setuju...
mumpung lagi belajar menulis mas,kayake metode menulis dengan hati banyak manfaatnya..
makasih..

merawat dan memperbaiki komputer mengatakan...

info yang menarik kawan,,
menuis dengan hati dan mengeluarkan ungkapan perasaan.kolaborasi yang mantep kawan...

Popcorn's Teen mengatakan...

Menulis memang harus dengan KEJUJURAN.

Tapi judulnya itu lho, bikin aku tersenyum

Bahauddin Amyasi mengatakan...

Wah, sepakat banget Pak..
menulis dengan hati...
membaca dengan hati...
berbicara dengan hati..
kok bisa? hehe...

Salm semangat!

BENY KADIR mengatakan...

Ya,bila demikian, maka apa yg kita tulis dapat membawa berkat bagi sesama dan juga diri sendiri.

Terimakasih,Mas.

Rock mengatakan...

"Berangkat dari kejujuran dan berpihak pada kebenaran"

Keren...

Makasih sharingnya mas Goen...

winterwing mengatakan...

menulis berbunga-ubunga. bayangkan perasaanmu ketika mendapat tempat yang indah, orang yang kau suka atau mendapatkan apa yang selalu kau impi-impikan. kembangkan..........

Alfisyahrin mengatakan...

Wuidih, tulisan ini selain menjelaskan nampaknya juga mencontohkan yah. Good job bro...

Clara mengatakan...

yap, menulis dengan hati hasilnya beda dengan menulis asal ^^

nuansa pena mengatakan...

Menulis dengan hati, tentunya dibutuhkan kepekaan rasa yang tinggi sehingga pembaca akan ikut merasakannya dan terbawa suasananya!
Artikel yang menarik mas Goen, selamat berkarya!

nuances pen mengatakan...

Ayo kita sama-sama belajar menulis dengan hati!

RanggaGoBloG mengatakan...

loh bukannya menulis tuh dengan tangan om...??? hihihihihi.... kidding...


setuju om... biarkan mengalir bersama keluarnya isi hati,,, pasti lebih bermakna

catatan kecilku mengatakan...

Setuju sekali... karena menulis dg mengikutsertakan hati akan lebih memudahkan kita.

the others... mengatakan...

Ayo mas, terus menulis ya.. Selama ini tulisan mas Goen sudah mencerminkan kejujuran kok.

Darin mengatakan...

Itu mungkin inti dari menulis ya pak. Bagaimanapun menulis adalah salah satu jendela jiwa..

a-chen mengatakan...

wah, setuju mas... bener!

buwel mengatakan...

Yups Mas, memang kalo pake hati kebih nyess gituh ya...

fai_cong mengatakan...

setuju kang..
tapi klu menulis pake tangankan kang?
hehehe....

aviorclef mengatakan...

-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
Assalamualaikum,
*******Salam ‘Blog’!!*******

“SETuju bangetlah ama yang mas GOEM TULIS>>>>Menulis dengan hati...
Aku suka bgt nih kalimat ini dari artikel mas..menulis dengan hati akan membuai pembacanya,,lalu isinya...wah uhuy mas....
Betewe jarang maen ke gubuk jelek saya nih..hiksss...yuk main..."

-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-